Performa Prabowo melawan Jokowi dalam debat capres pada Sabtu (31/3) diamati oleh seorang pakar politik dari Unpad. Ia menyebut Prabowo punya retorika dan janji yang masih abstrak.
- Silmi Amalia Fidareni
- Senin, 01 April 2019 - 15:06 WIB
WowKeren - Debat capres kembali dilangsungkan pada Sabtu (31/3) kemarin. Prabowo Subianto dan Joko Widodo mengemukakan visi dan misi masing-masing melalui tema ideologi, pertahanan dan keamanan, pemerintahan, serta hubungan internasional.
Usai melihat berlangsungnya debat, pengamat politik dari Universitas Padjajaran, Firman Manan memberikan penilaian. Menurutnya, Prabowo tampil lebih emosional dibandingkan ajang debat sebelumnya. Seperti diketahui, Prabowo sempat terlihat emosi saat ada penonton debat yang tertawa ketika dirinya menyebut pertahanan Indonesia lemah.
Lebih lanjut, Firman menjelaskan jika Prabowo masih memberikan janji yang abstrak selama mengikuti jejak. Namun, Firman mengakui jika mantan Danjen Kopassus itu memiliki retorika yang lebih bagus daripada Jokowi.
Firman menjelaskan jika Prabowo banyak memberikan janji tanpa menjelaskan bagaimana pengaturan anggarannya. "Pak Prabowo itu tidak hanya pada debat ini, pada debat sebelumnya memang lebih kuatnya pada retorika dibandingkan dengan agenda kebijakan yang konkret," terang Firman seperti dilansir CNN Indonesia pada Senin (1/4).
Di sisi lain, Firman juga menyebutkan jika latar belakang Prabowo yang seorang TNI justru bisa menjadi bumerang. Apalagi Prabowo terlihat lebih banyak bicara soal pertahanan ketimbang tema debat yang lain.
"Jadi justru latar belakang kemiliteran yang dimiliki itu satu sisi bisa jadi kekuatan, satu sisi bisa jadi kelemahan," ujar Firman. "Karena akhirnya yang ditangkap orang kok bicaranya soal pertahanan saja."
Firman menyatakan jika sisi emosional Prabowo semakin tampak ketika dirinya disinggung oleh Jokowi. Pada saat itu, capres 01 menyatakan jika Prabowo tak percaya pada kekuatan pertahanan Indonesia.
"Itu kan Pak Prabowo mengatakan lebih TNI dari banyak TNI," terang Firman. "Itu yang saya lihat karena memancing emosi membuat tidak fokus pada substansi perdebatan."
Sebelumnya, salah seorang anggota fraksi PDI-P menyebut jika penonton debat menertawakan Prabowo lantaran salah data. Sementara Prabowo menyatakan jika para penonton seolah menganggap lucu pernyataan dirinya soal lemahnya pertahanan negara.
(wk/silm)