Menkominfo merilis jumlah hoaks yang tersebar di dunia maya meningkat jelang Pemilu 2019 mendatang. Hoaks yang mencapai ratusan tersebut meningkat tajam dan banyak berbau politik.
- Silmi Amalia Fidareni
- Selasa, 02 April 2019 - 16:14 WIB
WowKeren - Jelang Pemilu 2019, Menteri Komunikasi dan Indormatika, Rudiantara, memaparkan jika jumlah hoaks alias berita bohong masih berkembang. Rudiantara menjelaskan jika jumlah hoaks mencapai hingga ratusan.
Semakin dekat dengan Pilpres di 17 April mendatang, total ada sekitar 175 hoaks di bulan Januari kemarin, kemudian meningkat jadi 353 hoaks pada bulan Februari. Parahnya, pada bulan Maret, hoaks yang kebanyakan berbau politik ini telah mencapai 453 hoaks.
Menanggapi fenomena merebaknya hoaks yang semakin santer jelang Pemilu, Presiden Joko Widodo memberikan imbauan. Melalui cuitan Twitter resmi presiden, Jokowi mencontohkan beberapa jenis hoaks.
"MUI diminta halalkan babi panggang. Panadol adalah tisu basah yang dikeraskan. LGBT dan aborsi dilegalkan. Ular mati karena makan wajan'" tulis Jokowi dalam cuitan pada Selasa (2/4). "Ini beberapa dari ratusan hoaks sepanjang Maret 2019."
Setelah mencontohkan beberapa kabar miring yang banyak beredar di internet, presiden petahana tersebut lantas mengimbau masyarakat untuk berhati-hati pada hoaks. Jokowi meminta agar selalu cek fakta terlebih dahulu. "Dengan pikiran, akal sehat, dan mengecek fakta: kita tahu semua itu hoaks belaka," pungkas Jokowi.
Jokowi juga membagikan imbauan waspada hoaks ini melalui Instagram pribadinya. Masih sama-sama berisi kewaspadaan pada hoaks, mantan Walkot Solo ini juga mengaku yakin jika masyarakat yang sehat dan berpikiran jernih, tak akan termakan dan terpukau oleh informasi sesat.
(wk/silm)