BPN Jelaskan Siapa 'Elite Brengsek' yang Diminta Taubat dalam Pidato Prabowo Subianto
Nasional

Kubu TKN Jokowi telah memberikan tanggapan terhadap pidato Prabowo di Padang tersebut. Menurut mereka, sebutan 'elite brengsek' ditujukan untuk kubu 02 sendiri.

WowKeren - Berkampanye di Padang, Sumatera Barat pada Selasa (2/4), calon presiden 02, Prabowo Subianto, menyindir para elite di Jakarta. Mantan Danjen Kopassus tersebut melontarkan kritikan pedas agar para elite tersebut segera bertobat.

"Hai elite-elite yang brengsek di Jakarta," ucap Prabowo saat kampanye di Danau Cimpago Kawasan Pantai Padang, Sumatera Barat. "Kembalilah ke jalan yang benar. Jangan lagi suka bohongi rakyat. Kalau kalian tobat, tobat di jalan yang benar."

Sementara itu, imbauan Prabowo tersebut dinilai Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo ditujukan untuk kubu 02 sendiri. Pasalnya, menurut TKN, kubu Prabowo kerap menyerang dengan hoaks kepada kubu paslon 01.

"Menurut saya bahwa justru yang harus banyak bertaubat itu beliau sendiri karena beliau harus mulai belajar untuk melakukan introspeksi," ujar juru bicara TKN Jokowi, Abdul Kadir Karding dilansir Detik pada Rabu (3/4). "Kalau bahasa agamanya itu muhasabah, rerenungan yang mendalam terhadap apa yang dikatakan tidaklah sama dengan apa yang terjadi."


Di sisi lain, pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo menyatakan jika sindiran "elite brengsek" itu ditujukan untuk pihak yang memfitnah Prabowo. BPN menyebut banyak elite di Jakarta memberikan tuduhan jika Prabowo mendukung sistem khilafah di Indonesia.

"Seruan itu ditujukan pada elite di Jakarta yang rajin melontarkan tudingan bahwa Pak Prabowo jika menang Pemilu 2019 akan mendirikan khilafah," ujar juru bicara BPN, Suhud Aliyudin seperti dilansir Detik. "Tidak etis sebut nama karena masyarakat banyak sudah tahu siapa yang getol lancarkan tudingan itu."

Lebih lanjut Suhud menyatakan jika pernyataan Prabowo tersebut sekaligus sebagai imbauan kepada masyarakat untuk mengawal Pemilu yang jujur dan adil. Ia tak mau masyarakat dikorbankan untuk kepentingan politik.

"Pak Prabowo tidak menginginkan rakyat dikorbankan hanya untuk kepentingan politik jangka pendek," sambung Suhud. "Untuk itu rakyat harus bersatu melawan praktik-politik menghalalkan segala cara, seperti fitnah, propaganda hitam dan intimidasi."

(wk/silm)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait