Persoalan politik tak hanya menjadi perbincangan di kalangan elit pemerintahan, namun tanpa disadari masyarakat luas juga mulai ikut terbawa urusan politik hingga seperti politikus.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 04 April 2019 - 11:32 WIB
WowKeren - Berbagai isu politik semakin ramai diperbincangkan menjelang gelaran Pilpres. Tanpa disadari, tak sedikit pula masyarakat yang ikut terbawa arus politik hingga membuat mereka terlihat seperti layaknya politikus. Hal itulah seperti yang diungkapkan oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi.
Jokowi menilai bahwa banyak rakyat yang kini sudah ikut terbawa urusan politik. Masalah politik tak hanya menjadi perbincangan para elite di pemerintahan, namun sudah merambah ke masyarakat luas. Dikatakannya, bahkan di warung pun tak sedikit warga yang berbincang-bincang seperti politisi.
"Kita sendiri di dalam kadang-kadang terbawa oleh urusan politik, apalagi sekarang ini semuanya sudah merasa seperti politikus semua," kata Jokowi saat menghadiri peringatan Isra Mi'raj di GOR Pandawa, Sukoharjo, Rabu (3/4). "Enggak di warung kopi, di warung bakso, semuanya sudah kadang-kadang melebihi politikus."
Di depan para hadirin, Jokowi juga menyinggung konflik yang terjadi di Afghanistan. Konflik yang dilatarbelakangi oleh pertikaian antar suku tersebut hingga kini belum selesai. Untuk itu, Jokowi meminta agar seluruh masyarakat bisa menjaga tali persaudaraan agar hal serupa tidak terjadi di Indonesia. Adapun apa yang dikatakan oleh Jokowi merupakan pesan yang pernah disampaikan oleh istri Presiden Afghanistan, Rula Ghani.
"Marilah apa yang disampaikan oleh ibu Rula Ghani menjadi evaluasi kita, koreksi kita,' tutur Jokowi. "Agar kehidupan kita dalam berbangsa bisa lebih baik dari hari ke hari, bisa menjaga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah, insaniyah, basyariyah."
Jokowi berharap agar rakyat tetap bisa menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, apalagi menjelang Pilpres. Sebab, perbedaan pandangan dalam berpolitik juga bisa berpotensi mengancam perpecahan jika dibiarkan berlarut-larut. Sebab walau bagaimanapun juga, perpecahan yang terjadi justru akan merugikan bangsa kita sendiri.
"Jangan sampai gara-gara urusan pilihan bupati, pilihan gubernur, pilihan presiden kita tidak rukun," lanjut Jokowi. "Rugi besar bangsa ini. Hati-hati. Ini yang ngomong ibu Rula Ghani. Hati-hati negaramu Presiden Jokowi, begitu beragam."
Keberagaman yang dimiliki Indonesia, dikatakan Jokowi, merupakan anugerah yang harus dijaga sehingga tidak perlu dijadikan sebagai sumber perdebatan. "Perbedaan-perbedaan itu jangan menjadikan kita ini tidak menjadi saudara lagi. Ini sudah jadi sunatullah berbeda-beda," pungkasnya.
(wk/zodi)