Kemenkominfo Kampanye #SawitBaik Saat Karhutla Mendera, Warganet Kompak Mengecam
Nasional
Darurat Kabut Asap Kalimantan

Lewat tagar ini, Kemenkominfo berusaha membagikan 'kebaikan' di balik perkebunan kelapa sawit. Namun peluncuran kampanye yang bersamaan dengan karhutla di Indonesia membuat warganet meradang.

WowKeren - Permasalahan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia terus menjadi sorotan. Dua pulau Indonesia, Sumatera dan Kalimantan, diketahui diselimuti asap tebal akibat karhutla yang terjadi.

Penyebab di balik peristiwa ini terus diselidiki, namun sejauh ini tampaknya pemerintah menduga ada kesengajaan di balik kebakaran yang terjadi. Terbukti dari sejumlah perusahaan, baik domestik maupun milik asing, yang dijadikan tersangka lantaran diduga sengaja melakukan pembakaran demi membuka perkebunan kelapa sawit.


Namun sepertinya keresahan ini tak "ditangkap" dengan baik oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Pasalnya, pada Senin (16/9), kementerian tersebut resmi meluncurkan kampanye #SawitBaik.

Dilansir dari akun Twitter @SawitBaikID, tujuan di balik kampanye ini adalah untuk memberikan informasi secara utuh tentang kelapa sawit. Lewat infografis yang dibagikan, Kemenkominfo ingin "membuka mata" masyarakat terkait dampak positif di balik perkebunan kelapa sawit.

Namun kampanye ini jelas berlawanan dengan kondisi Indonesia yang darurat kabut asap, yang notabene masih berkaitan dengan pembukaan perkebunan kelapa sawit. Hal inilah yang membuat warganet ramai mengecam kampanye tersebut, hingga membuat tagar terkait memuncaki Trending Topic dengan hampir sepuluh ribu cuitan.

Kemenkominfo Kampanye #SawitBaik Saat Karhutla Mendera, Warganet Kompak Mengecam

Twitter

"Doh @kemkominfo gak bisa milih bulan lain apa utk peluncuran #SawitBaik?" keluh @elisa_jkt. "Kalau kebakaran hutannya krn pembukaan lahan sawit baru, gimana coba? Pakai akun giveaway segala pula."

Kemenkominfo Kampanye #SawitBaik Saat Karhutla Mendera, Warganet Kompak Mengecam

Twitter

Unggahan ini pun ditanggapi oleh kecaman serupa dari warganet lainnya. Berikut adalah kutipan cuitan beberapa warganet.

"Disaat jutaan orang sesak nafasnya akibat kebakaran hutan (perusahaan sawit), kominfo kita malah gencar campaign #SawitBaik Baik n***mu!" cuit @aqf****an. "Terlepas dari 'cuma area hutan aja yg terbakar, sedangkan area sawit tak terbakar', saya merasa tak sebaiknya kita ngetwit hora-hore tentang #SawitBaik," imbuh @peny*******ti_.

"Liat hashtag #SawitBaik jadi trending rasanya jadi emosi. Kok jadi kaya nantangin...," ujar @rid***hr. "Habis Papua, RKUHP + RUU lainnya, KPK, lalu terbitlah #SawitBaik sesaat setelah membaca berita bayi 4 bulan meninggal karena sesak napas di Sumsel," timpal @feb******us.

You can share this post!

Related Posts
Loading...