Meskipun pemerintah telah berupaya melakukan reformasi di sejumlah bidang termasuk infrastruktur, namun Joko Widodo tidak memungkiri bahwa kementerian juga memiliki keterbatasan.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 03 Oktober 2019 - 15:30 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo alias Jokowi memimpin jalannya sidang kabinet paripurna yang terakhir di periode 2014-2019. Dalam kesempatan itu, Jokowi menyampaikan terima kasih atas semua kerja keras jajaran kementerian selama lima tahun terakhir.
"Saya ingin ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua menteri, semua kepala lembaga atas kerja kerasnya selama lima tahun ini," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (3/10). "Dalam membantu saya dan Bapak (wapres) Jusuf Kalla dalam menjalankan visi dan program-program prioritas kita bersama."
Ia kembali mengingatkan bahwa tidak ada yang namanya visi misi menteri. Yang ada hanya visi misi presiden dan wakil presiden. Hal itu agar semua jajaran benar-benar berada dalam satu tujuan.
"Saya ingat bahwa di awal pembentukan kabinet kerja saya menyampaikan bahwa tidak ada visi misi menteri, yang ada adalah visi misi presiden, wakil presiden," lanjut Jokowi. "Agar semuanya kita betul-betul berada dalam satu visi, satu tujuan, dan satu jalur."
Agenda dalam sidang paripurna tersebut adalah untuk melakukan evaluasi terhadap Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019 dan implementasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2020. Jokowi tidak memungkiri bahwa dalam lima tahun terakhir, masih ada banyak pekerjaan rumah yang belum bisa diselesaikan. Hal itu disebabkan karena jajaran kementerian juga memiliki keterbatasan-keterbatasan.
"Kita lihat dalam lima tahun ini telah banyak yang kita kerjakan dengan berbagai keterbatasan-keterbatasan yang ada," tutur Jokowi. "Dan juga masih banyak pekerjaan-pekerjaan rumah yang belum bisa kita selesaikan."
Meski demikian, ia mengatakan bahwa selama lima tahun terakhir ini pemerintah telah melakukan reformasi di sejumlah bidang. "Saya melihat selama lima tahun ini kita telah menyusun sebuah pondasi bagi arah pembangunan nasional agar lebih tangguh lebih produktif lebih merata," ujar mantan Wali Kota Surakarta tersebut.
(wk/zodi)