Presiden Jokowi memimpin sidang paripurna terakhir dengan jajaran Kabinet Kerja Jilid I pada Kamis (3/10) siang. Dalam kesempatan itu Jokowi dan jajaran menyempatkan diri untuk berfoto bersama.
- Elvariza Opita
- Kamis, 03 Oktober 2019 - 18:42 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo menggelar rapat terakhir bersama Kabinet Kerja Jilid I yang telah mendampinginya sejak 2014 lalu. Bertempat di Istana Kepresidenan, Jokowi diketahui memimpin langsung sidang yang dihadiri hampir seluruh jajaran petinggi negara tersebut.
Jokowi lantas membagikan "momen terakhirnya" bersama jajarannya lewat media sosial. Menariknya, bak mengikuti anak sekolah, Jokowi dan jajaran Kabinet Kerja Jilid I berpose selayaknya perpisahan semasa SMA.
"Lima tahun sudah pemerintahan yang saya pimpin ini bekerja untuk bangsa," tulis Jokowi sebagai caption unggahannya di Instagram. "Siang ini, saya memimpin sidang kabinet paripurna yang terakhir di periode 2014-2019."
Tampak Jokowi berdiri di tengah dengan diapit oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Kesehatan Nila Moeloek. Para menteri dan kepala negara lantas berjajar dalam dua banjar, terlihat berpose santai bak kawan akrab.
Hampir seluruh menteri terlihat hadir. Hanya ada beberapa figur yang tak tampak seperti Imam Nahrawi, Yasonna Laoly, dan Puan Maharani yang telah mengundurkan diri. Sosok Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan pun tak terlihat dalam foto tersebut.
Tak hanya menteri, kepala-kepala lembaga dan instansi setara kementerian pun terpantau hadir dalam sidang tersebut. Seperti Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.
Dalam pertemuan tersebut, Jokowi pun menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya untuk para menteri dan kepala lembaga. Menurutnya jajaran Kabinet Kerja Jilid I telah membantu pekerjaannya dalam membangun Indonesia yang lebih baik.
"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua menteri, semua kepala lembaga," ungkapnya. "Atas kerja kerasnya selama lima tahun ini membantu saya dan Bapak Jusuf Kalla menjalankan visi dan program-program prioritas kita bersama."
"Lima tahun ini kita menyusun fondasi bagi arah pembangunan nasional agar lebih tangguh, produktif, merata, Indonesiasentris -- bukan Jawasentris," imbuhnya. "Kita telah memulai reformasi struktural, dan akan dilanjutkan dalam lima tahun ke depan secara besar-besaran."
(wk/elva)