Dipanggil Menteri Erick Thohir, Ahok Akui Diajak Jadi Bos BUMN
Nasional
Ahok Jadi Bos BUMN

Eks Gubernur DKI Jakarta itu ditawari untuk bergabung sebagai petinggi di salah satu perusahaan pelat merah. Walau demikian, Ahok mengaku belum mendapat bocoran apa-apa terkait posisi yang akan diembannya.

WowKeren - Sosok mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok masih menjadi media darling di Indonesia. Kendati cukup kontroversial, kiprahnya pasca bebas dari segala jeratan hukum, terutama di birokrasi Indonesia, memang masih dinanti publik.

Beberapa waktu lalu, namanya kerap disebut bakal menjadi salah satu anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi. Usai isu itu dibantah oleh Ahok, kini namanya dikabarkan akan menjadi petinggi salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Namun perkara penunjukan dirinya sebagai pimpinan BUMN bukanlah isu belaka. Pasalnya Ahok sendiri sudah tegas menyatakan dirinya diajak bergabung di perusahaan pelat merah oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Hal ini Ahok sampaikan usai bertemu dengan sang menteri.

Kendati demikian, Ahok mengaku masih belum tahu di BUMN mana dirinya akan ditempatkan. Jabatan yang akan diamanahkan kepadanya pun enggan ia beritahukan kepada media.

"Intinya kita bicara soal BUMN dan saya mau dilibatkan menjadi salah satu (petinggi) BUMN, gitu aja," ujar Ahok usai menemui Erick di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Rabu (13/11). "Jabatannya apa, BUMN mana, saya nggak tahu. Mesti tanya ke Pak Menteri, itu aja sih."


Kendati belum tahu di BUMN mana dirinya akan ditempatkan, menurut Ahok, penugasannya bakal segera dilaksanakan dalam waktu dekat. Ia pun menyebut pembicaraannya dengan Erick berjalan secara global dan terkait integritas calon petinggi perusahaan pelat merah.

"Saya nggak tahu, mungkin Desember atau November, saya nggak tahu. Tanya ke Pak Menteri," tegasnya, dilansir dari Detik Finance. "Saya cuma diajak untuk masuk ke dalam salah satu BUMN."

"Hanya bicara secara global saja," imbuhnya. "Tentang perlunya BUMN diisi orang-orang yang profesional dan punya integritas."

Terkait dengan kesiapannya akan tantangan tersebut, Ahok mengaku bersedia menerima "pinangan" Erick. Menurutnya ia siap bekerja keras terutama untuk mengabdi kepada bangsa dan negara.

"Saya kalau buat negara, untuk bangsa, ya saya mesti bersedia. Saya nggak tahu, saya apa aja juga boleh yang penting bantu negara," tuturnya. "Bagi saya, kalau ada kesempatan bantu negara, pasti siap dan bersedia."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts