Profesor Ini Sukses 'Ramal' Pelantikan Sekaligus Pemakzulan Presiden AS Donald Trump
Dunia

Profesor sejarah dari American University, Allan Lichtman, telah 'meramal' pemakzulan Presiden Donald Trump oleh DPR AS. Sebelumnya, ia juga sempat memprediksi kemenangan Trump atas Hillary Clinton.

WowKeren - Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah dimakzulkan oleh DPR AS melalui voting yang digelar pada Rabu (18/12) malam waktu setempat. Keputusan DPR AS untuk memakzulkan Trump tersebut rupanya telah "diramal" oleh profesor sejarah dari American University, Allan Lichtman.

Dalam acara "Weekends with Alex Witt" yang disiarkan oleh MSNBC pada 17 November 2019 lalu, Lichtman menyatakan bahwa Partai Demokrat tidak akan pernah melanjutkan proses hingga sejauh ini apabila mereka tidak percaya diri bisa meloloskan pasal pemakzulan terhadap Presiden. Dan benar saja, Trump menjadi Presiden AS ke-3 dalam sejarah yang dimakzulkan oleh DPR.

"Pemakzulan kini tidak bisa dihindari. Partai Demokrat tidak akan pernah melangkah sejauh ini, kita semua tahu betapa berhati-hatinya Nancy Pelosi (Ketua DPR AS), tanpa benar-benar memutuskan artikel pemakzulan tersebut," tutur Lichtman kepada Alex Witt kala itu. "Yang kini menjadi pertanyaan hanyalah ruang lingkup dan isi dari artikel-artikel itu."

Selain itu, Lichtman juga sempat menyinggung tentang peluang Trump dalam Pilpres AS 2020 mendatang. "Saat Donald Trump menjadi Presiden Amerika ke-3 yang dimakzulkan oleh Dewan, kunci skandal itu akan berbalik melawannya, dan mengurangi peluangnya untuk dipilih kembali," ujar Lichtman.


"Kunci skandal" yang dimaksud Lichtman adalah 1 dari 13 faktor dalam sistem prediksinya sendiri yang bertajuk "Keys to the White House" (kunci menuju Gedung Putih). "Kunci skandal" tersebut menunjukkan bahwa petahana yang diterpa skandal besar memiliki harapan yang lemah untuk bisa terpilih kembali.

Sementara itu, Lichtman memang terkenal dengan prediksinya terhadap Pemilihan Umum di AS. Tak tanggung-tanggung, pria berusia 72 tahun ini telah berhasil menebak hasil setiap pemilihan Presiden sejak tahun 1984. Ia bahkan sempat memprediksi kemenangan Trump atas Hillary Clinton dalam Pilpres AS pada 2016 lalu, 2 bulan sebelum hasilnya keluar.

Di sisi lain, Trump diketahui tengah berkampanye di Michigan kala DPR AS memutuskan untuk memakzulkan dirinya. Dalam kesempatan tersebut, Trump pun kembali menyuarakan emosinya lantaran parlemen berniat memakzulkan walau dirinya bersikeras mengaku tak bersalah.

"Ketika kami sedang bekerja keras menciptakan lapangan pekerjaan dan berjuang untuk (warga) Michigan, kaum radikal di Parlemen dimakan kecemburuan, amarah, dan kebencian. Kalian akan lihat akibatnya," ujar Trump, dilansir Straits Times. "Orang-orang ini sudah gila!"

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!