Wakil Bupati Nduga, Wentius Nimiangge, telah menyatakan pengunduran dirinya secara langsung di hadapan masyarakat pada Selasa (24/12). Ini reaksi Menko Polhukam Mahfud MD.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 26 Desember 2019 - 15:04 WIB
WowKeren - Wakil Bupati Nduga, Wentius Nimiangge, diketahui memutuskan untuk mundur dari jabatannya lantaran ada warganya yang ditembak mati. Ia mengaku tak sanggup melihat sejumlah kekerasan hingga pembunuhan menimpa warganya.
Wentius menyatakan pengunduran dirinya secara langsung di hadapan masyarakat pada Selasa (24/12). Ia juga sempat mengungkapkan kekecewaannya kepada pemerintah pusat dalam merespons konflik di Kabupaten Nduga, Papua. Mulai dari banyaknya warga yang masih mengungsi hingga korban tewas yang terus berjatuhan sejak konflik Nduga pada Desember 2018 lalu.
Menanggapi pengunduran diri Wentius, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD rupanya enggan berkomentar. Mahfud menyerahkan perihal ini seluruhnya kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). "Tanya Kemendagri, ya," tutur Mahfud di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dilansir detikcom pada Kamis (26/12) hari ini.
Sebelumnya, Wentius mengaku telah menyiapkan surat pengunduran dirinya. Selanjutnya, surat tersebut akan disampaikan ke Gubernur Papua dan juga DPRD Papua.
"Iya benar (mengundurkan diri), ya alasannya itu, warga saya ditembak mati," kata Wentius. "Iya itu sementara disiapkan, dan sementara disiapkan, dan diserahkan."
Lebih lanjut, Wentius mengaku sempat mendiskusikan tentang permasalahan di Nduga untuk mencari jalan keluar bersama sejumlah pihak terkait. Tak hanya dengan Gubernur dan Bupati, namun juga Kemendagri.
"Sekarang ini kan saya masih urus masalah ini, masalah pengorbanan, kami tidak gampang aja ambil keputusan gitu lho," lanjut Wentius. "Jadi ini harus ada turunnya dari Gubernur, dari Bupati, dari DPR, dari Mendagri itu berbagai macam, jadi pada intinya patut dicari Presiden tanggung jawab."
Ia menilai bahwa di Nduga saat ini tak sedikit terdapat permasalahan yang berkaitan dengan kemanusiaan. Meski sudah bertemu dengan Kapolri hingga Mendagri untuk membicarakan persoalan Nduga namun tak kunjung ada titik terang. "Tanggal 2 Desember tahun 2019 sampai dengan hari ini tanggal 24 desember 2019 ini masalah Nduga ini bermasalah terus," pungkas Wentius.
(wk/Bert)