Sebelumnya, Luhut Binsar menyebut Softbank siap berinvestasi sampai USD100 miliar ke Indonesia, yang belakangan dibantah oleh perusahaan itu. Kini Luhut kembali menyampaikan kabar soal investasi asing.
- Elvariza Opita
- Jumat, 10 Januari 2020 - 15:28 WIB
WowKeren - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan kerap memberikan pernyataan kontroversial soal penanaman modal, khususnya dari pihak asing, ke Indonesia. Salah satunya ketika Luhut menyebut Softbank berencana untuk berinvestasi sebesar USD100 miliar ke Ibu Kota baru.
Sebagai informasi, pernyataan Luhut itu baru saja dibantah oleh Presiden Softbank, Masayoshi Son. Masayoshi menyebut pihaknya memang berniat berinvestasi di Ibu Kota baru, namun belum mengungkapkan angka pastinya.
Kekinian Luhut kembali menyampaikan soal potensi investor asing di Indonesia. Kali ini Luhut menyebut lembaga investasi swasta asal Amerika Serikat, International Development Finance Corporation (DFC) siap mengalirkan dana hingga mencapai triliunan dolar AS.
"Kai baru diskusi dengan CEO DFC yang punya dana sekarang ini kira-kira USD60 miliar, bisa lebih ke USD200 miliar," kata Luhut di Jakarta, Jumat (10/1). "Bahkan bisa triliunan dolar AS."
Namun kali ini pernyataan serupa juga langsung disampaikan oleh CEO DFC, Adam Boehler. Boehler, yang langsung memberikan pernyataan usai bertemu dengan Luhut, mengaku siap mengalirkan investasi ke proyek-proyek strategis Indonesia.
Salah satu yang disebutkan adalah proyek infrastruktur dan pembangunan jalan. Namun Boehler menegaskan pihaknya juga tertarik untuk berinvestasi di bidang jaminan kesehatan.
"Ini adalah proyek bernilai multi miliar dolar AS," jelas Boehler, seperti dilansir dari CNN Indonesia. "Dalam beberapa bulan ke depan, saya akan kembali lagi untuk menegaskan nilai persisnya, namun ini mengarah ke investasi puluhan miliar dolar AS."
Terkait dengan proyek yang menjadi sasaran, Luhut menilai investasi DFC mungkin akan diarahkan ke proyek pembangunan tol. "Tadi kami sudah diskusi di beberapa proyek. Segera. Tim masih bekerja di atas. Mungkin masuk ke proyek jalan tol di Jawa dan Sumatera," tutur Luhut.
Tak hanya DFC, sedianya lembaga investasi swasta AS lain, seperti Overseas Private Investment Corporation (OPIC) juga akan menanamkan modalnya di Indonesia. Menurutnya OPIC bisa menanamkan modal hingga puluhan miliar, namun diperlukan pembahasan lebih lanjut dengan pihak terkait.
(wk/elva)