Heboh Keraton Agung Sejagat Sampai 'Kuras' Pengikut, Jokowi Ikut Buka Suara
Nasional
Fenomena Kerajaan Fiktif

Polisi menetapkan Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat sebagai tersangka dengan kasus penipuan lewat modus pembelian seragam dan iuran anggota. Menanggapi fenomena itu, Jokowi pun ikut angkat bicara.

WowKeren - Keraton Agung Sejagat masih terus mencuri perhatian masyarakat Indonesia. Hal ini tak lepas dari adanya praktik penipuan terselubung di tengah kegiatan yang dipimpin oleh "Raja" Sinuhun Totok Santosa (42) dan "Ratu" Fanni Aminadia (41).

Disampaikan oleh Mabes Polri, baik Totok maupun Fanni telah ditetapkan menjadi tersangka dengan pasal penipuan. Pihak kepolisian pun mengaku telah mengantongi bukti penipuan yang bermodus pembelian seragam dan pembuatan kartu anggota.


Pernyataan Mabes Polri ini pun dibenarkan oleh mantan pengikut kerajaan abal-abal tersebut. Seperti seorang mantan pengikut yang diminta menyetor antara Rp 3 juta sampai Rp 110 juta dengan iming-iming jabatan.

Tak main-main, beberapa pengikut sampai rela menjual asetnya seperti tanah dan hewan ternak demi bisa menyetor uang ke keraton palsu tersebut. Hal ini dilakoni oleh seorang mantan pengikut bernama Sudadi (70) yang sempat diberi jabatan maha menteri atau semacam menteri koordinator dengan pangkat jenderal bintang tiga.

Cerita lain juga disampaikan oleh mantan pengikut bernama Hadi Suroso. Hadi mengaku didapuk menjadi koordinator lembaga Jogja Development Committee (DEC) yang didirikan Totok.

Hadi diminta mencari anggota dan membina mereka. Totok pun menjanjikan gaji senilai USD 500 setiap bulannya, meski tak menjelaskan lebih rinci berasal dari mana uang tersebut.

Namun Hadi mulai merasa curiga lantaran harus menanggung biaya operasional dan pengeluaran lembaga tersebut. Bahkan Hadi sampai menjual lahan pertaniannya karena uang yang dijanjikan Totok tak kunjung turun.

"Lha wong saya bisa dikatakan habis-habisan, karena mobil bawa sendiri, terus anggota ikut saya dan jajan saya yang bayari, bensin juga," ujar Hadi. "Akhirnya saya keluar tahun 2018 karena ternyata hanya ngoyoworo (obral janji) itu."

Menanggapi fenomena tersebut, Presiden Joko Widodo ikut angkat bicara. Jokowi pun hanya memberikan tanggapan ringan dan menganggap mereka sebagai hiburan semata. "Itu hiburan lah," jawab Jokowi sambil tertawa ketika ditanya di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (17/1).

You can share this post!

Related Posts