Makin Ngeri, Tiongkok Konfirmasi 1 Pejabat Meninggal Gegara Corona
AFP/STR
Dunia
Wabah Virus Corona

1 pejabat pemerintah Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok dilaporkan meninggal lantaran terinfeksi virus Corona. Wuhan sendiri memang menjadi episentrum dari penyakit mematikan ini.

WowKeren - Wabah virus Corona terus menjadi pembicaraan panas di berbagai belahan dunia. Tentu hal ini tak lepas dari ganasnya virus tersebut, serta cepatnya penularan antar individu terinfeksi.

Tak main-main, peneliti menduga virus Corona sejatinya telah menginfeksi ratusan ribu manusia di muka bumi. Sedangkan hingga kini korban jiwa yang ditimbulkan mencapai puluhan orang.

Dan korban jiwa itu pun bertambah lagi dengan dikonfirmasinya seorang pejabat Tiongkok. Direktur Biro Urusan Agama dan Etnis Wuhan, Wang Xianliang, dilaporkan meninggal akibat terinfeksi virus yang masih "bersaudara" dengan SARS dan MERS itu.

Dilansir dari Straits Times yang mengutip informasi dari kantor berita keuangan Tiongkok, Caixin, Wang dilaporkan meninggal dunia pada Minggu (26/1) kemarin. "Wang Xianliang meninggal di usia 62 tahun," demikian kutipan informasinya.

Dengan demikian, Wang menjadi pejabat pemerintah pertama yang meninggal akibat infeksi virus Corona. Apalagi Wang sendiri memang berdomisili di Wuhan, kota yang menjadi episentrum dari penyakit pernapasan ini.


Sebelumnya virus Corona juga sudah merenggut nyawa seorang dokter bernama Liang Wudong (62). Dokter Liang sendiri selama ini dikenal sebagai paramedis garis terdepan dalam menangani virus Corona.

Sementara itu, dilaporkan baru satu pejabat di pemerintahan pusat Tiongkok yang menyambangi Wuhan pasca wabah ini merebak. Perdana Menteri Tiongkok, Li Keqiang, dilaporkan bertandang ke Wuhan pada Senin (27/1) waktu setempat.

"Kunjungan Li ditujukan untuk memantau upaya penanggulangan pandemi. Dan bertemu langsung dengan pasien dan staf medis," demikian kutipan pernyataan resmi dari otoritas setempat.

Dalam foto resmi yang dirilis, terlihat Li mengenakan masker dan jubah pelindung lengkap. Ketika berbicara dengan staf medis pun Li terpantau tetap mengenakan pakaian pengaman itu.

"Ketika Anda berusaha keras untuk menyembuhkan (pasien), Anda juga harus melindungi diri sendiri," kata Li kepada staf Rumah Sakit Jinyitan, Wuhan.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts