Jokowi Ungkap Monash University Bakal 'Buka Cabang' di Indonesia
Twitter/KemensetnegRI
Nasional

Menurut Presiden Jokowi, rencana pembangunan 'cabang' Monash University ini merupakan bagian dari Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).

WowKeren - Hubungan Indonesia dengan Australia kini semakin diperkuat dengan adanya sejumlah perjanjian yang telah disepakati Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Scott Morrison. Salah satu kesepakatan tersebut adalah peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di berbagai bidang, termasuk pendidikan.

Menurut Jokowi, demi mendukung rencana tersebut ia pun berencana untuk membangun Monash University di Indonesia. Rencana pembangunan "cabang" Monash University ini merupakan bagian dari Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).

"Kerja sama infrastruktur di Indonesia, juga kerja sama di bidang pendidikan dalam rangka pengembangan SDM," tutur Jokowi di Gedung Parlemen Australia, Canberra, pada Senin (10/2). "Sudah disampaikan tadi oleh PM Scott Morrison mengenai akan dibukanya Monash University di Indonesia."

Lebih lanjut, Jokowi berharap agar Australia dapat menjadi mitra Indonesia. Selain itu, ia berharap agar Indonesia dan Australia dapat saling membantu demi memajukan masing-masing negara. "Melalui IA CEPA ini, Indonesia berharap Australia dapat menjadi mitra penting di bidang investasi infrastruktur dan pendidikan," ungkap Jokowi.


Sebagai informasi, Monash University sendiri merupakan kampus ternama di Melbourne, Australia. Dilansir Kumparan, Kementerian Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti) sebelumnya telah mengkaji wacana tersebut pada 2019 lalu. Sebelum kampusnya dibuka, kemungkinan besar Monash akan membuka pusat riset di Indonesia terlebih dahulu.

Sementara itu, Jokowi dan PM Morrison sendiri telah berhasil menyelesaikan ratifikasi perjanjian IA-CEPA dalam pertemuan di Canberra tersebut. Dengan demikian, hubungan kedua negara pun diharapkan dapat lebih maju.

"Ratifikasi Perjanjian Indonesia Australia Comprehensive Partnership Agreement atau IA-CEPA telah selesai di antara kedua negara," ungkap Jokowi di lokasi. "Yang berarti hubungan kedua negara di bidang ekonomi secara komprehensif akan lebih maju dan harus lebih dirasakan manfaatnya untuk rakyat kedua negara."

Tak hanya itu, Jokowi sendiri juga sempat menyampaikan keinginannya agar PM Australia berkunjung ke Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut dari implementasi perjanjian kerja sama Indonesia-Australia. "Indonesia mendorong agar program 100 hari implementasi IA CEPA dapat dilakukan antara lain pelaksanaan Australia Business Week yang dipimpin oleh menteri perdagangan Australia di Indonesia," pungkas Jokowi.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait