Jepang mengonfirmasi ada 44 kasus infeksi virus Corona baru di kapal pesiar Diamond Princess, sehingga kini ada 218 pasien yang dikonfirmasi. Namun demikian, 78 WNI di dalamnya masih dilaporkan sehat.
- Elvariza Opita
- Kamis, 13 Februari 2020 - 15:05 WIB
WowKeren - Jepang diketahui mengisolasi ribuan penumpang dan kru yang bertugas di kapal pesiar Diamond Princess yang kini berlabuh di Yokohama. Kebijakan ini diambil pasca seorang penumpang yang baru naik di kapal tersebut dinyatakan positif terinfeksi virus Corona.
Dari ribuan orang yang diisolasi itu, terdapat setidaknya 78 WNI di dalamnya. Informasi ini sempat dibenarkan oleh KBRI Tokyo.
"KBRI Tokyo terus melakukan koordinasi dengan aparat Jepang," terang KBRI Tokyo dalam pernyataan resminya, dilansir Detik News pada Sabtu (8/2). "Terkait adanya 78 WNI awak kapal yang ikut dikarantina di atas kapal Diamond Princess yang sekarang berlabuh di Yokohama."
Jumlah pasien terinfeksi virus Corona di kapal itu pun kekinian dilaporkan semakin bertambah. Dikutip dari laman worldometers.info, tercatat setidaknya 44 kasus baru di Diamond Princess. Dengan demikian, sudah ada 218 kasus yang dikonfirmasi di kapal pesiar tersebut.
Dari 44 kasus tersebut, 43 merupakan penumpang dan 1 kru. Sesuai SOP yang berlaku, mereka yang dinyatakan positif langsung dievakuasi dari kapal dan dipindahkan ke fasilitas medis.
Namun kekinian keraguan bahwa langkah isolasi ini merupakan hal yang salah mulai mencuat. Pasalnya isolasi yang diberlakukan justru membuat jumlah kasus infeksi virus Corona dari penumpang kapal kian meningkat.
Kendati demikian, Indonesia tampaknya tak perlu terlalu khawatir. Sebab seperti yang dilaporkan Kementerian Luar Negeri dan KBRI Tokyo, ke-78 WNI di kapal pesiar itu masih dalam keadaan sehat.
KBRI Tokyo mengaku terus melakukan kontak dengan ke-78 WNI di kapal tersebut. Pemerintah juga terus menyuplai bantuan logistik berupa vitamin kepada para WNI tersebut.
"Kemenlu juga telah menghubungi keluarga para kru WNI untuk menginformasikan perkembangan terakhir," tulis rilis Kemenlu, dikutip dari situs resminya pada Kamis (13/2). Kemenlu juga akan memanggil Kemenhub dan dua perusahaan manning agency yang memberangkatkan para kru WNI agar memastikan perlindungan bagi mereka.
Di sisi lain, pemerintah Jepang akan melanjutkan proses isolasi hingga Rabu (19/2) mendatang. "Kami akan melakukan tes. Bagi siappaun yang berisiko tinggi tertular dan dinyatakan negatif, bagi mereka yang ingin segera meninggalkan kapal, bisa pergi dan tinggal sementara di fasilitas yang sudah disiapkan pemerintah," tegas Menteri Kesehatan Jepang, Katsunobu Kato.
(wk/elva)