Virus corona yang menyerang dunia turut serta memberi tekanan pada APBN 2020. Oleh sebab itu, Sri Mulyani meminta jajaran Kemenkeu untuk terus berinovasi menggunakan instrumen fiskal yang ada.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 09 Maret 2020 - 16:03 WIB
WowKeren - Kementerian Keuangan RI terus melakukan mitigasi dampak wabah corona terhadap perekonomian di dalam negeri. Hal itu disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani saat memberikan sambutan di acara pelantikan pejabat Eselon II dan III.
Virus corona yang menyerang dunia turut serta memberi tekanan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020. Oleh sebab itu, ia meminta agar jajaran Kemenkeu untuk terus berinovasi menggunakan instrumen fiskal yang ada guna mengantisipasi dampak virus corona ke kondisi perekonomian negara.
"Kita harus fokus, mitigasi dampaknya," kata Sri Mulyani di Kemenkeu, Senin (9/3). "Ini bukan teori lagi. Downside risk sudah terlihat betapa lumpuhnya negara dari RRT sampai Singapura. Semuanya terdampak."
APBN, pada dasarnya hadir untuk memberikan solusi terhadap permasalahan fiskal yang ada di Indonesia. namun saat ini, APBN justru ikut merasakan tekanan dari merebaknya wabah corona. Oleh sebab itu sebagai bendahara negara, Kemenkeu harus mampu meredam dampak tersebut.
"APBN sebagai sumber solusi, tapi di satu sisi APBN juga mendapatkan tekanan. Kita sebagai bendahara negara harus mengantisipasi ini, agar tidak berdampak ke seluruh sistem, kita harus redam," tegas mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut. "Karena itu fungsi dan tanggung jawab APBN sebagai instrumen fiskal."
Lebih jauh, Sri Mulyani meminta agar kebijakan-kebijakan tahun sebelumnya dilihat kembali. Tidak menutup kemungkinan dari kebijakan-kebijakan ekonomi yang pernah digulirkan pemerintah di masa lalu, bisa diterapkan saat ini untuk memperbaiki keadaan sesuai kebutuhan.
"Kita bongkar pengalaman 30 tahun ke belakang, apa instrumen yang bisa kita pakai," tutur Sri Mulyani. "Kita bongkar kebijakan-kebijakan yang pernah kita lakukan, kita review lagi. Sehingga kita terus mampu memformulasikan policy yang sesuai kita hadapi."
Terkait potensi penurunan penerimaan negara yang didapat dari PPh Migas dan PNBP migas, Sri Mulyani enggan berkomentar lebih lanjut. "Untuk APBN, Tentu ini penerimaan minyak seperti selalu saya sampaikan selama ini kita hadapi harga yang melemah dan volume yang menurun, karena produksi kita turun, juga dari sisi nilai tukar," ujarnya.
(wk/zodi)