6 Pasien di Surabaya Positif Corona, Khofifah Imbau Publik Tak Panik
Nasional
Wabah Virus Corona

Gubernur Khofifah menyebutkan bahwa kejadian ini merupakan realitas dan fakta yang harus diterima. Untuk itu, ia meminta agar seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan.

WowKeren - Pemerintah telah mengonfirmasi adanya penambahan jumlah kasus positif corona di Indonesia. Hingga Selasa (17/3), jumlah pasien yang dinyatakan positif terinfeksi corona menyentuh angka 172 orang.

Jika sebelumnya pemerintah menyebut penyebaran corona terjadi di 8 provinsi yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Bali, dan DI Yogyakarta, maka kini bertambah 1 lagi. Dari 172 pasien positif corona, 6 di antaranya merupakan spesimen dari Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur.

Informasi ini pun sudah dibenarkan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Khofifah menyebutkan bahwa kejadian ini merupakan realitas dan fakta yang harus diterima. Untuk itu, ia meminta agar seluruh pihak meningkatkan kewaspadaannya dalam menyikapi penyebaran virus ini.


"Saya setelah koordinasi dengan seluruh tim gugus adalah dengan direktur-direktur rumah sakit juga bahwa pengumuman dari Dokter Yuri ialah realitas dan fakta," kata Khofifah di Surabaya, Selasa (17/3). "Artinya kewaspadaan yang kita bangun harus lebih komprehensif lagi."

Meski demikian, ia meminta agar warga Jawa Timur tidak lantas panik menyikapi hal ini. Menurutnya, suasana saat ini aman dan terkendali. "Titik-titik di mana yang harus di-tracing sudah saya koordinasikan dengan pihak Pinere (Penyakit Infeksi Emerging dan Re-Emerging) Rumah Sakit dr Soetomo karena itu saya ingin mengajak seluruh warga Jawa Timur Tetap tenang karena suasana sangat terkendali," lanjut gubernur.

Meski demikian, Khofifah enggan menyebutkan di rumah sakit mana tepatnya enam pasien tersebut berasal. Untuk informasi itu, ia menyarankan untuk menanyakannya pada pihak yang berkaitan. "Sebaiknya tanya ke Prof Inge kali ya, karena beliau yang menjadi direktur di ITD di Unair. Dari enam tadi itu kebetulan keenam nya dari rumah sakit yang ada di Surabaya," papar Khofifah.

Sementara itu, untuk pasien dalam pengawasan (PDP) sendiri di Jawa Timur jumlahnya ada 16 orang sedangkan untuk orang dalam pemantauan (ODP) ada 25 warga. Menurutnya, penyebaran virus corona memang bukan sesuatu yang bisa diprediksi

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts