Sebut Banyak Kasus Belum 'Terjamah', Ridwan Kamil Kritik Pemerintah Lamban Tangani Corona
Nasional
COVID-19 di Indonesia

RK membagikan pengalaman menggelar rapid test pada puluhan ribu warganya. Semakin banyak dilakukan tes maka semakin tinggi potensi kasus corona yang terdeteksi.

WowKeren - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil secara terang-terangan melayangkan kritik kepada pemerintah pusat. Ia menilai jika pemerintah pusat cenderung lamban dalam menangani kasus corona (COVID-19) di negeri ini.

Menurutnya, masih ada banyak kasus corona yang belum terungkap di luar sana. Kasus corona disebutnya bisa jadi lebih banyak dari jumlah yang diumumkan oleh pemerintah. Hal itu disebabkan karena terbatasnya jumlah tes yang dilakukan.


"Mohon maaf, Pak Wapres. Saya meyakini, saat ini kasus (corona) berlipat-lipat," kata pria yang akrab disapa Kang Emil tersebut dalam video conference dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Jumat (3/4). "Tapi karena yang mengetes tidak sebanyak yang diharapkan maka data seolah sedikit."

Ia kemudian membagikan pengalaman menggelar rapid test massal terhadap warganya. Dari 15 ribu tes yang dilakukan, didapati ada 677 orang yang positif terinfeksi corona. Itu pun masih data sementara dimana saat ini tes masih terus berlangsung.

Meski demikian, RK belum akan melaporkan data jumlah pasien tersebut ke pemerintah pusat. Pasalnya, ia berencana untuk melakukan tes swab untuk benar-benar memastikan kondisi pasien apakah terinfeksi corona atau tidak.

Menurutnya, semakin banyak tes yang dilakukan maka peluang terdeteksi kasus baru juga akan semakin tinggi. "Jadi kesimpulannya, semakin banyak kita mengetes, semakin kita tahu virus ini sedang beredar di mana saja," lanjutnya.

Sebelumnya, pada awal pekan lalu RK menyebut jika tes cepat dilakukan dengan menyebar 22 ribu alat ke 27 daerah di Jawa Barat. Tes tersebut dilakukan di fasilitas kesehatan maupun drive thru.

"Sebanyak lebih dari 22 ribu alat rapid test sudah disebarkan ke 27 daerah yang masih berlangsung sampai saat kita press conference ini," kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Senin (30/3). "Dari 22 ribu alat test ada yang dilakukan di fasilitas kesehatan dan drive thru."

Dari tes tersebut, Sukabumi diketahui merupakan kota transmisi lokal di Jawa barat. Pasalnya, kota ini memiliki jumlah pasien positif terbanyak di provinsi itu.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts