Peneliti Temukan Virus Corona di Selokan AS, Curiga Banyak Kasus Covid-19 Tak Terdeteksi
Dunia
Pandemi Virus Corona

Sampel temuan tersebut diambil dari fasilitas air limbah untuk untuk area perkotaan yang tidak disebutkan namanya di Massachusetts, Amerika Serikat, pada 18 hingga 25 Maret 2020 lalu.

WowKeren - Peneliti dari startup bioteknologi Biobot Analytics menemukan jejak virus corona SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19 di air selokan Massachusetts, Amerika Serikat, dalam konsentrasi yang lebih tinggi dari jumlah kasus yang dilaporkan. Para peneliti tersebut menilai bahwa temuan ini menjadi tanda bahwa ada lebih banyak pasien Covid-19 yang belum terlacak.

Sampel temuan tersebut diambil dari fasilitas air limbah untuk untuk area perkotaan yang tidak disebutkan namanya pada 18 hingga 25 Maret 2020 lalu. Salah satu peneliti yang terlibat, Eric Alm, menekankan bahwa masyarakat tidak berisiko tertular virus corona dari partikel air limbah. Meski demikian, temuan ini diyakini setidaknya menunjukkan luasnya penyebaran virus corona.

"Bahkan jika partikel-partikel virus itu tidak lagi aktif atau mampu menginfeksi manusia, mereka mungkin masih membawa bahan genetik yang dapat dideteksi menggunakan pendekatan yang disebut PCR (Polymerase Chain Reaction)," tutur Alm dilansir New York Post pada Sabtu (11/4) hari ini. "Yang menguatkan sinyal genetik dalam jumlah besar, menghasilkan miliaran salinan dari genom untuk setiap permulaan virus."


Bersama tim dari Massachusetts Institute of Technology, Harvard, serta Brigham and Women's Hospital, para peneliti tersebut menganalisis sampel yang dikumpulkan. Hasilnya, mereka menemukan jumlah partikel virus corona setara dengan sampel dari 2.300 orang yang terinfeksi.

Tim ilmuwan pun cukup dibuat terkejut dengan temuan ini. Pasalnya, baru ada 446 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di wilayah tersebut pada saat penelitian dilakukan. "Sangat menarik bahwa estimasi kami jelas lebih tinggi dari jumlah kasus yang dikonfirmasi di daerah tersebut," ujar CEO Biobot, Mariana Matus.

Lebih lanjut, temuan tersebut lantas dibagikan ke lembaga kesehatan lokal, di antaranya adalah Komisi Kesehatan Masyarakat Boston dan Departemen Kesehatan Masyarakat Massachusetts.

Menurut para pejabat di lembaga kesehatan tersebut, hasil riset tim peneliti ini masuk akal. Mereka juga tak membantah ada kemungkinan ratusan virus corona yang tak terdeteksi. "Mereka bisa percaya bahwa angka (temuan kami) bisa benar dan tidak keluar dari kemungkinan," pungkas Matus.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts