Pemerintah Tiongkok baru saja menghapus dan membatasi berbagai publikasi penelitian akademis seputar asal usul pandemi virus corona (COVID-19). Ada Apa?
- Ruth Meliana
- Senin, 13 April 2020 - 14:59 WIB
WowKeren - Pandemi virus corona (COVID-19) saat ini telah menjadi ancaman global setelah ditemukan lebih dari 1,8 juta kasus di seluruh dunia berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sejumlah penelitian pun terus dilakukan untuk mencari tahu lebih dalam mengenai virus baru yang pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok ini.
Namun, Pemerintah Tiongkok justru telah membatasi publikasi penelitian akademis seputar virus corona. Sedangkan penelitian yang sudah terlanjur terpublikasi, kini telah dihapus dari berbagai laman situs.
Dilansir dari CNN, sebelumnya telah ada dua universitas Tiongkok yang mempublikasikan penelitian terkait COVID-19. Namun, kedua universitas ini telah menghapus penelitian dari laman situs mereka. Pembatasan publikasi penelitian secara publik ini merupakan perintah langsung dari pemerintah pusat Tiongkok.
Kini, seluruh makalah maupun penelitian akademik yang ingin dikeluarkan seputar virus corona harus melewati proses pemeriksaan tambahan terlebih dahulu. Seluruh penelitian seputar asal usul COVID-19 akan diseleksi ketat dan disetujui oleh pejabat pemerintah pusat sebelum bisa diakses publik.
Ternyata, kebijakan tersebut merupakan bentuk pengawasan Pemerintah Tiongkok untuk meredam berbagai narasi seputar virus corona. Apalagi, saat ini berbagai informasi terkait COVID-19 terus bermunculan sehingga akan semakin membingungkan masyarakat.
Seorang peneliti Tiongkok yang tidak mau disebutkan namanya menilai jika kebijakan tersebut sangat merugikan tim akademis. Apalagi, pengawasan ketat tersebut justru kemungkinan akan menghambat penelitian ilmiah yang penting.
”Saya pikir ini adalah upaya terkoordinasi dari (pemerintah) Tiongkok untuk mengendalikan narasi, dan menggambarkannya seolah-olah wabah itu tidak berasal di Tiongkok,” ujar peneliti ini seperti dilansir dari CNN, Senin (13/4). “Dan kurasa mereka tidak akan mentolerir studi objektif apa pun untuk menyelidiki asal mula penyakit ini.”
Menurut arahan yang dikeluarkan oleh Departemen Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Departemen Pendidikan, makalah akademik tentang melacak asal virus harus dikelola dengan ketat dan rapat. Arahan ini menjelaskan bagaimana cara untuk mendapatkan persetujuan publikasi.
Peneliti diminta membawa hasil penelitian ke komite akademik di universitas. Mereka kemudian diminta untuk mengirimkannya ke departemen ilmu pengetahuan dan teknologi Departemen Pendidikan, yang kemudian meneruskan makalah ke gugus tugas di bawah Dewan Negara untuk pemeriksaan.
Barulah setelah universitas mendengar kabar dari gugus tugas tersebut, dokumen-dokumen tersebut baru dapat diserahkan ke pihak pengelola jurnal. Pemeriksaan juga akan dilakukan berdasarkan nilai akademis dari penelitian ini, dan apakah waktu untuk penerbitan benar.
(wk/lian)