Bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bukanlah tantangan yang mudah bagi pasangan suami istri yang memiliki anak kecil. Seperti seorang ayah di Thailand ini yang merekatkan putri di lantai menggunakan selotip agar tak menganggu pekerjaannya.
- Nidya Putri
- Senin, 20 April 2020 - 16:35 WIB
WowKeren - Adanya wabah corona yang menyerang sejumlah negara di dunia membuat pemerintah menetapkan berbagai kebijakan untuk menekan penyebaran virus mematikan tersebut. Salah satunya adalah dengan merumahkan para pegawai dan meminta agar bekerja dari rumah (work from home atau WFH).
Namun, bekerja dari rumah rupanya menjadi tantangan tersendiri untuk pasangan suami istri yang telah memiliki anak. Selain mengerjakan tugas kantor mereka juga harus mengurus anak di saat bersamaan, belum lagi jika anak berusia balita yang sedang aktif-aktifnya.
Pasangan suami istri pun harus menyiasati berbagai cara agar sang buah hati tak mengganggu saat WFH. Seperti yang dilakukan oleh pasutri asal Thailand ini yang menjadi viral di media sosial.
Pasalnya, di media sosial beredar foto seorang ayah sedang duduk di meja kerja, sementara anaknya tidur terlentang di lantai. Anak balita tersebut tampak diam tak bergerak, rupanya tubuh anak balita itu dipasangi selotip yang direkatkan ke lantai.
"Ibu sedang memasak, ayah kerja, anak tiduran di ruang keluarga," tulis sang ibu melalui akun Facebooknya. Dikutip dari Sin Chew Daily, sang ayah kesulitan mengerjakan tugas-tugas kantor di rumah karena anaknya yang diperkirakan masih berusia 3 tahun terus saja mengganggunya.
Hingga akhirnya, sang ayah memasangkan empat selotip ke tubuh anaknya agar dia bisa diam sebentar saja. Dari foto tersebut tampak ayahnya serius berkutat di depan laptop dan yang menarik, meskipun tubuh putrinya tak bisa bergerak karena 'ditahan' selotip, ia terlihat tenang.
Sang putri bahkan juga tampak tak menangis. Tindakan orangtua yang 'memasung' anaknya dengan selotip menimbulkan beragam reaksi dari netizen. Ada yang menganggapnya lucu, ada pula yang merasa kasihan dengan anak mereka.
(wk/nidy)