Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, ramai dilaporkan tengah dalam kondisi kritis usai melakukan operasi kardiovaskular. Kabar ini datang dari intelijen Amerika Serikat di Korut.
- Luthfiatun Nisa
- Selasa, 21 April 2020 - 16:49 WIB
WowKeren - Korea Selatan rupanya ikut menanggapi soal kabar terkait kondisi kesehatan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, yang dilaporkan kritis usai menjalani operasi. Dikutip dari AFP, Korea Selatan mengatakan bahwa kondisi pemimpin Kim Jong Un tidak separah seperti yang dilaporkan sejumlah sumber.
Seorang juru bicara kepresidenan Korsel mengatakan tidak dapat mengonfirmasi laporan tersebut. "Tidak ada tanda khusus yang terdeteksi di Korea Utara sampai sekarang," kata juru bicara tersebut.
Beberapa pejabat Korea Selatan juga meragukan kredibilitas sumber yang menyatakan bahwa Kim dalam kondisi kritis. Penasihat keamanan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, Moon Chung-in, juga mengaku belum mendengar apa pun tentang kesehatan Kim Jong Un. Sebelumnya informasi kondisi Kim disebut didapat dari intelijen Amerika Serikat.
Baru-baru ini, Kim Jong Un memang melewatkan perayaan ulang tahun sang kakek, Kim Il-Sung pada 15 April lalu. Hal itu menimbulkan spekulasi terkait kondisinya. Sebab, perayaan hari jadi mendiang sang kakek, pendiri negara, merupakan salah satu hari libur nasional paling penting di Korea Utara.
"Ada sejumlah rumor terbaru tentang kesehatan Kim Jong Un (soal kebiasaan merokok, jantung, dan otak). Jika Kim Jong Un dirawat di rumah sakit, itu akan menjelaskan mengapa ia tidak hadir pada perayaan 15 April lalu yang penting itu," ucap Bruce Klingner, peneliti senior Heritage Foundation dan juga mantan kepala divisi CIA untuk Korea Utara.
"Tetapi selama bertahun-tahun, sejumlah rumor bohong soal kesehatan Kim Jong Un dan ayahnya sering muncul. Jadi kita harus menunggu dan melihat kebenarannya," kata Klingner menambahkan.
Sementara itu, Daily NK yang mengutip sumber-sumber internal melaporkan, Kim sedang beristirahat dan menjalani pemulihan di sebuah vila di daerah resor Gunung Kumgang, Hyangsan. Dia sebelumnya telah menjalani operasi kardiovaskular pada 12 April di sebuah rumah sakit.
Menurut Daily NK, kesehatan Kim telah menurun dalam beberapa bulan terakhir. Kim dikenal sebagai perokok berat, dan mengalami obesitas. Selain itu, dia terlalu banyak bekerja sehingga kurang istirahat.
"Setahu saya adalah bahwa dia telah berjuang (dengan masalah kardiovaskular) sejak Agustus lalu tetapi memburuk setelah kunjungan berulang ke Gunung Paektu," kata salah satu sumber.
Kim dilarikan ke rumah sakit setelah memimpin pertemuan politbiro Partai Buruh yang berkuasa pada 11 April. Itu adalah terakhir kali Kim muncul di depan publik.
(wk/luth)