Arsitek di Vivos yang merupakan perusahaan milik Robert Vicino, menegaskan jika bunker yang mereka bangun bukanlah tempat penampungan biasa. Bunker mereka terbuat dengan pintu baja.
- Zodiak Yanuarita
- Sabtu, 25 April 2020 - 19:43 WIB
WowKeren - Perusahaan pembuat bunker di Amerika Serikat menerima permintaan yang meningkat di tengah pandemi corona. Larry Hall dan Robert Vicino, dua pengusaha yang mendirikan bunker menyebut minat masyarakat kian melonjak saat ini.
Bunker yang mereka bangun memiliki pintu lapis baja. Tentu saja, jasa yang mereka tawarkan tidak lah murah.
Survival Condo, perusahaan milik Hall, menyebut jika akhir-akhir ini banyak pelanggan yang memesan tanpa mengunjungi fasilitas contoh. Naiknya permintaan tersebut seiring dengan tingginya ketakutan warga terhadap merebaknya virus corona.
Arsitek di Vivos yang merupakan perusahaan milik Robert Vicino, Dante Vicino, menegaskan jika bunker yang mereka bangun bukanlah tempat penampungan biasa. Bunker tersebut dirancang sedemikian rupa yang memungkinkan penghuninya bisa bertahan di sana selama beberapa bulan hingga tahun.
"Vivos bukan sekadar tempat penampungan dibuat dari beton dan pintu anti peluru," kata Dante dilansir BBC News, Sabtu (25/4). "Ini adalah rencana cadangan untuk bertahan hidup. Ruangan yang dibutuhkan untuk mendekam di bawah tanah selama setahun."
Vivos menyebut jika proyek bunker mereka yang ada di jerman sebagai kompleks bunker bawah tanah terbesar, saat proyek ini selesai. Mereka mengibaratkan bunker ini sebagai "Bahtera Nabi Nuh" modern dimana setiap keluarga bisa menikmati ruangan seluas lebih dari 200 meter persegi.
Tak cukup sampai di situ, bunker ini juga menawarkan sejumlah fasilitas mewah seperti kolam renang, gym, hingga teater. Vivos juga menyediakan layanan transportasi bagi pelanggannya berupa helikopter yang siap menjemput mereka.
"Pemilik bunker bisa datang dengan mobil atau pesawat pribadi ke bandara terdekat," bunyi kalimat promosi di situs web Vivos. "Di sana ada helikopter Vivos yang akan membawa setiap pemilik ke bunker mereka."
Larry menyebut jika selama beberapa hari terakhir, permintaan terhadap bunker ini meningkat. "Beberapa hari terakhir, pernyataan minat melonjak dari calon pembeli. Namun kini telepon mereka beda. Mereka ketakutan dan permintaan mereka mendesak, seiring virus corona," kata dia.
(wk/zodi)