Luar Biasa! Nenek 101 Tahun Ini Lewati Pandemi Flu Spanyol, Kalahkan Kanker dan Sembuh Dari Corona
dailymail.co.uk
SerbaSerbi

Kisah luar biasa datang dari seorang nenek berusia 101 tahun. Lansia ini berhasil lewati pandemi flu Spanyol, kalahkan penyakit kanker dan sembuh dari corona. Bagaimana ceritanya?

WowKeren - Berbagai kisah seputar pandemi virus corona (COVID-19) terus mewarnai dunia. Salah satunya adalah kisah hidup luar biasa dari seorang nenek berusia 101 tahun yang tingga di New York, Amerika Serikat.

Lansia bernama Angelina Friedman mungkin menjadi satu-satunya orang yang berhasil melewati pandemi Flu Spanyol pada tahun 1918 dan sembuh dari virus corona di tahun 2020. Semakin luar biasa, ia bahkan telah mengalahkan penyakit kanker yang dideritanya.

Friedman berhasil melewati pandemi Flu Spanyol yang mematikan setelah keluarganya meninggalkan Italia untuk bermigrasi ke New York City. Kala itu, pandemi Flu Spanyol sedang mengguncang dunia. Ia juga harus kehilangan sang ibu yang meninggal setelah melahirkannya di atas kapal yang membawa mereka pergi ke New York.

Seratus tahun berlalu pasca tragedi tersebut, Friedman dipuji oleh keluarganya sebagai manusia super (super hero). Terlebih, hidupnya begitu luar biasa lantaran berhasil bertahan dan selamat dari keguguran, kanker, sepsis (infeksi yang menyebabkan komplikasi pada tubuh), dan yang terbaru sembuh dari pandemi kedua, virus corona.

Sejak ibunya meninggal, Friedman kemudian dirawat oleh dua saudara perempuannya. Mereka kemudian tinggal dan dibesarkan bersama dengan ayah mereka di Brooklyn. Ia juga telah hidup lebih lama dari suami dan 10 saudara kandungnya.

”Ibunya meninggal saat melahirkan di kapal,” kata putri Friedman, Joanne Merola seperti dilansir dari Daily Mail, Selasa (29/4). “Dan dia dirawat oleh dua saudara perempuannya, yang juga berada di atas kapal.”

Friedman kemudian menikahi Harold Friedman dan memulai membangun keluarga. Sayang, keduanya dinyatakan menderita kanker saat menjalani hubungan rumah tangga. Friedman berhasil selamat sedangkan sang suami harus menyerah melawan penyakit kanker.


”Dia dan ayahku menderita kanker pada saat bersamaan. Dia selamat. Ayahku tidak selamat,” cerita Merola. “Semua orang dalam keluarga ibuku hidup sampai setidaknya 95 tahun, kecuali satu paman. Ibuku selamat. Dia bukan manusia biasa. Dia memiliki DNA manusia super.”

Sekarang Friedman adalah yang terakhir dari saudara kandungnya yang masih hidup dan masih kuat. Kini ia tinggal di North Westchester Restorative Therapy dan Nursing Center di Lake Mohegan, New York.

Friedman dibawa ke rumah sakit pada 21 Maret untuk prosedur medis minor dan didiagnosis COVID-19. Ia menghabiskan seminggu di sana sebelum kembali ke isolasi di panti jompo. Pada 20 April, ia akhirnya sembuh usai dites negatif virus corona.

Merola mengatakan ibunya menderita demam yang mematikan, tetapi tidak pernah mengalami gejala pernapasan. Ia juga belum mengunjungi sang ibu sejak Februari.

Komunikasi keduanya biasa dilakukan melalui telepon. Menurut Merola, sekarang kondisi ibunya hampir tuli sehingga mereka cukup kesulitan berbicara di telepon.

Sementara itu, Merola selalu mendapatkan update terbaru kondisi sang ibu dari perawat rumah sakit. Menurut perawat, ibunya begitu aktif setiap hari dan sibuk merajut.

”Mereka bilang dia baik-baik saja. Dia bangun dan tentang sebanyak mungkin,” ujar Merola. “Dia mencari wol untuk dirajut. Jika ibuku bisa melihat ini, aku akan memberitahunya, ‘Kamu teruskan, Ma. Kamu akan hidup lebih lama dari kita semua’.”

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait