Wabah virus corona (COVID-19) menyebabkan Solo Zoo mengalami situasi krisis lantaran tak ada pemasukan, hewan-hewan lantas ditawarkan untuk diadopsi. Berminat?
- Ruth Meliana
- Senin, 04 Mei 2020 - 16:55 WIB
WowKeren - Wabah virus corona (COVID-19) telah menimbulkan berbagai dampak buruk hingga krisis bagi masyarakat dunia. Salah satunya adalah krisis ekonomi yang sedang dihadapi berbagai lapisan masyarakat, perusahaan, hingga sektor-sektor lainnya seperti pariwisata.
Salah satunya seperti yang terjadi di Taman Satwa Jurug (TSTJ) atau Solo Zoo. Wisata Solo Zoo ini telah tutup sejak pemerintah setempat menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) virus corona di Kota Solo.
Dampak keputusan tersebut, pemasukan Solo Zoo yang biasa didapat dari penjualan tiket langsung terhenti. Bahkan, kemampuan kebun binatang ini untuk merawat satwa-satwa hanya bisa bertahan hingga Juli 2020 mendatang.
Kini, manajemen TSTJ berusaha menyelamatkan kehidupan satwa-satwa mereka dengan meluncurkan program adopsi. Adopsi satwa ini sendiri sebenarnya telah menjadi program lama dari Solo Zoo.
Namun, adopsi satwa yang dimaksud bukan berarti masyarakat yang berminat bisa membawa satwa pulang. Pengadopsi hanya memberikan bantuan kepada satwa dalam bentuk pakan hewan ataupun bentuk lainnya.
”Kemarin justru masyarakat yang mendorong agar program ini diluncurkan kembali,” kata Dirut TSTJ, Bimo Wahyu Widodo seperti dilansir dari Detik, Senin (4/5). “Masyarakat bisa membantu memberikan bantuan pakan hewan.”
”Karena kondisi kita paling tidak bisa bertahan sampai Juli,” sambungnya. “Setelah itu kami khawatir jika pandemi masih berkepanjangan akan berdampak pada kesejahteraan hewan.”
Lebih lanjut Bimo mengatakan jika biasanya Solo Zoo dapat meraup pendapatan hingga miliaran rupiah. Apalagi, pendapatan tertinggi biasa didapatkan setiap Lebaran.
Sayang, lebaran kali ini mereka justru tidak mendapatkan pemasukan dan hanya mengandalkan bantuan dari Pemkot Solo. “Lebaran itu potensi kita sebenarnya Rp 1,6 miliar satu pekan. Untuk menutup itu, tiga bulan ini kita dibantu Pemkot Solo Rp 300 juta,” ujar Bimo.
Sementara itu, kurator TSTJ yang bernama Ontowiryo menjelaskan jika perawatan satwa-satwa tidak mengalami perubahan meskipun kebun binatang tutup. Jatah makanan yang diberikan setiap harinya juga masih sama seperti biasa.
Saat ini, ada 400 ekor satwa yang dirawat oleh Solo Zoo dan mereka semua dipastikan dalam kondisi baik. Bahkan, hewan-hewan di TSTJ diklaim lebih tenang dan tidak stres lantaran suasana sepi tanpa adanya pengunjung.
”Tingkah laku hewan jadi lebih tenang. Makannya juga tidak sisa banyak,” ungkap Ontowiryo. “Tapi bukan berarti tidak makan sama sekali. Yang biasanya makan 4-5 kg, dikurangi jadi 1 kg. Sabtu ditambah tulang iga sapi untuk mengikis karang giginya.”
(wk/lian)