Teringat Masa Lalu, Arda Naff Nangis Lihat Video Bocah Penjual Gorengan Di-Bully
Instagram/ardanaff
Selebriti

Arda Naff merasa miris saat melihat video viral bocah yang di-bully oleh sekelompok pemuda. Arda mengaku menangis dan teringat masa lalunya ketika mendiang sang ibu masih hidup.

WowKeren - Bocah berusia 12 tahun yang mengalami perundungan sempat menjadi perbincangan hangat masyarakat Indonesia. Bocah penjual jalangkote asal Sulawesi Selatan ini mengalami perundungan dari sekelompok pemuda yang berusia jauh di atasnya.

Video bocah penjual jalangkote yang di-bully tersebut pun viral di media sosial. Suami Tantri Kotak, Arda Naff ikut menanggapi video bocah viral yang mengalami perundungan tersebut. Arda menangis karena langsung teringat akan masa lalunya yang pernah mengalami kejadian serupa dengan bocah penjual jalangkote.

"Melihat video viral bocah jualan pastel naik sepeda di bully sampai jatuh kelapangan, seketika saya jadi bocah paling cengeng sedunia, netes langsung air mata saya, remaja itu membantu ibunya tanpa malu dan penuh hormat. Karena memori jualan sangat lekat di hidup saya," tulis Arda pada Senin (18/5) kemarin.

Arda bercerita kala itu mendiang ibunya yang akrab disapa Mbak Nanik merupakan penjual kue. Ia mengatakan bahwa kue buatan sang ibu kerap menghiasi meja-meja para pelanggan ketika menggelar acara arisan hingga pesta keluarga.

"Mbak Nanik panggilan populer mama saya ketika disematkan banyak orang karena menjajakan nikmatnya aneka kue. Arisan, kenduri, pesta keluarga tak pernah absen kuenya menghiasi meja pelanggan," kata Arda.

Pria berusia 31 tahun ini mengingat betul perjuangan sang ibu yang rela mengurangi waktu istirahatnya demi menyiapkan barang dagangan sekaligus merawat anak-anaknya. Arda menyebut sang ibu telah mengabadikan hidup untuk anak-anaknya agar makmur di kemudian hari.


"Ngerti banget kerasnya orang dagang, saya beranjak tidur mama saya belum tidur, saya bangun mama saya sudah bangun duluan, terus tidur berapa jam, Ma?Fisiknya dikuras, tapi perjuangan ibu jgn diukur krn sudah pasti mengabdikan hidupnya utk anak-anak yg makmur," ungkap Arda.

Ayah dua anak ini kemudian menceritakan masa lalunya yang ikut membantu sang ibu menjajakan kue dagangan ke pasar dan para pelanggan. Meski kala itu, Arda sempat mengomel kepada sang ibu karena menjual dagangan kuenya dengan harga yang murah.

Selain itu, Arda mengaku sempat menjadi korban bully oleh teman-teman sekolahnya. Kala itu, Arda berangkat sekolah dengan motor butut yang masih terdapat tas belanjaan untuk membeli sayur di jok.

"Motor butut jadi saksinya, berangkat ke sekolah kadang masih ada tas di jok motor buat nenteng sayur, disaat teman2 SMP, SMA punya motor bagus2, motor saya pernah diledek spion berdoa. Maklum kadang sedih, remaja sedang berperang mencari jati dirinya," ujar Arda.

Meski memiliki kehidupan masa lalu yang berat, Arda mengaku tetap bangga dengan perjuangan yang pernah dilalui bersama orangtuanya. Arda pun teringat kue lemper yang kerap dibuatkan sang ibu ketika Hari Raya.

"Ma, memori yg pernah kita jalani sangat membanggakan, kita hidup karena keringat kita bukan mengemis dan mengiba. Terima kasih sudah mengajari cara berjuang, justru itulah ilmu yg hrsnya dibekali ke anak bahwa hidup selalu harus diupayakan. Tenang disana ma, surga tempatmu, sebentar lagi lebaran, sumpah aku kangen lempermu yg selalu disisakan lebih dari orderan utk anak lanangmu, al fatehah," pungkas Arda.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait