Menurut Indeks Kesehatan Global Johns Hopkins pada 2019, Thailand berada di peringkat ke-5 di dunia sebagai negara dengan respons cepat dari penanggulangan penyebaran epidemi.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 20 Mei 2020 - 18:40 WIB
WowKeren - Thailand memperkirakan vaksin untuk virus corona (COVID-19) akan siap dipakai tahun depan. Juru Bicara Pusat COVID-19 Thailand, Taweesin Wisanuyothin, menyebut vaksin tersebut telah diuji coba terhadap tikus dan menunjukkan hasil yang bagus. Taweesin juga menegaskan bahwa pihaknya akan berupaya menjadi salah satu negara pertama yang memiliki vaksin corona sendiri.
Vaksin mRNA (messenger RNA) tersebut juga akan diuji coba kepada monyet pekan depan. "Vaksin Thailand diperkirakan siap dipakai tahun depan," tutur Taweesin dilansir Reuters pada Rabu (20/5).
Messenger RMA sendiri diketahui mendorong sel-sel tubuh untuk memproduksi antigen, yakni molekul di permukaan virus, yang memacu sistem kekebalan tubuh untuk bekerja. Vaksin corona di Thailand ini dikembangkan oleh Institusi Vaksin Nasional, Departemen Ilmu Kedokteran dan pusat penelitian vaksin Universitas Chulalongkorn.
Diketahui, hingga kini sudah ada lebih dari 100 vaksin potensial untuk COVID-19 yang dikembangkan di seluruh dunia. Meski demikian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa untuk mempersiapkan sebuah vaksin dibutuhkan waktu paling cepat selama 12 bulan.
Menurut Indeks Kesehatan Global Johns Hopkins pada 2019, Thailand berada di peringkat ke-5 di dunia sebagai negara dengan respons cepat dari penanggulangan penyebaran epidemi. Peringkat Thailand ini bahkan lebih baik ketimbang Korea Selatan.
Melansir situs worldometer pada Rabu (20/5), Thailand telah melaporkan 3.034 kasus positif COVID- 19. Dari jumlah tersebut, 56 pasien dilaporkan meninggal dunia, dan 2.888 orang dinyatakan sembuh.
Dengan jumlah kasus corona yang menurun, Thailand pun sudah mulai melonggarkan kebijakan lockdown. Sejumlah mal pun diizinkan untuk kembali beroperasi yang langsung disambut antusias oleh warga Thailand.
Walau demikian, pengunjung mal tetap diwajibkan menggunakan masker. Selain pemakaian masker, seluruh pelanggan dan toko disarankan untuk mematuhi batasan. Seperti halnya membatasi jumlah orang di ruang ritel, termasuk larangan sementara untuk penjualan alkohol di restoran. Bukan hanya itu, bioskop pun masih ditutup.
(wk/Bert)