Begini Cara Australia Cegah Gelombang Kedua Pandemi Corona
Dunia
Pandemi Virus Corona

Australia sendiri telah melaporkan 7.165 kasus COVID-19 sejak pandemi corona mulai mewabah. Namun kini hanya tinggal 482 kasus COVID-19 di antaranya yang masih aktif.

WowKeren - Pejabat kesehatan Australia menyatakan bahwa kecil kemungkinan gelombang kedua virus corona (COVID-19) melanda negaranya. Pasalnya, tingkat penularan virus corona di Negeri Kanguru tersebut sudah menurun hingga hampir mencapai nol.

Menurut Kepala Petugas Kesehatan New South Wales, Dr Kerry Chant, pandemi corona dapat dibendung dan gelombang kedua dapat dicegah dengan larangan perjalanan internasional dan pemahaman negara akan jarak sosial. Hingga Selasa (26/5), hanya ada 5 pasien COVID-19 yang berada dalam perawatan intensif di seluruh Australia. Total tinggal ada 30 pasien COVID-19 yang masih dirawat di rumah sakit.

Dalam sebuah rapat terbatas, Dr Chant mengaku bahwa kemampuan New South Wales dalam mencegah gelombang kedua akan bergantung pada kepatuhan masyarakat terhadap aturan jarak sosial (social distancing). Negara bagian tersebut akan melakukan tahap pelonggaran pembatasan pada 1 Juni mendatang, dengan salon kecantikan dan bar kuku siap dibuka ulang dan perjalanan regional diizinkan.

"Kebijakan terkait bagaimana menghadapi gelombang kedua adalah kami akan mengevaluasinya pada saat itu," tutur seorang anggota parlemen melansir Daily Mail pada Jumat (28/5). "Pesan (Dr. Chant) adalah: sangat mungkin untuk membendung pandemi corona karena kami tidak memiliki pendatang internasional dan kami melakukan praktik social distancing dan juga menjaga kebersihan dengan baik."


Sementara itu, Perdana Menteri Victoria, Daniel Andrews, mengumumkan 'COVID normal' yang baru di negara bagiannya menjelang pelonggaran pembatasan pada 1 Juni mendatang. Nantinya, warga Victoria akan diizinkan untuk menghadiri pernikahan, pergi ke kolam renang, dan bahkan pergi ke salon tato selama tidak ada lebih dari 20 orang di sana. Adapun untuk acara pemakaman jumlah orang dibatasi maksimal 50 orang.

"Aturan yang menyertai pembukaan itu akan bersama kita untuk waktu yang lama," tutur Andrews. "Ini adalah COVID normal, ini bukan pengembalian ke bisnis seperti biasa."

Australia sendiri telah melaporkan 7.165 kasus COVID-19 sejak pandemi dimulai. Namun kini hanya tinggal 482 kasus COVID-19 di antaranya yang masih aktif.

Adapun 6 juta warga Australia telah mengunduh aplikasi pelacakan virus corona kurang dari sebulan setelah diluncurkan oleh pemerintah. Hal ini membantu otoritas Australia untuk melacak kontak dari setiap kasus yang didiagnosis.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts