Meghan Markle Buka Suara Soal Kematian George Floyd, Akui Menyesal Karena Rasisme Masih Terjadi
Getty Images
Selebriti

Setelah sempat bungkam karena merasa ragu, Duchess of Sussex itu akhirnya menyinggung isu demo anti-rasisme saat memberikan pidato virtual kelulusan murid-murid Immaculate Heart High School, Los Angeles.

WowKeren - Meghan Markle akhirnya angkat bicara soal kematian George Floyd yang menimbulkan gelombang protes dan demonstrasi anti-rasisme di berbagai penjuru Amerika Serikat. Istri Pangeran Harry tersebut awalnya mengaku ragu untuk bersuara dan sempat memilih untuk bungkam.

Dikutip dari The Telegraph pada Jumat (5/6), Duchess of Sussex tersebut menyinggung isu demo anti-rasisme ini saat memberikan pidato virtual kelulusan murid-murid Immaculate Heart High School, Los Angeles. Meghan sendiri diketahui pernah menimba ilmu di sekolah tersebut dari usia 11 sampai 18 tahun.

"Apa yang terjadi di negara kita dan negara bagian kita dan kota kita LA, aku tadinya tak yakin apa yang mau aku katakan kepada kalian," ungkap Meghan saat mengawali pidatonya.


Setelah mengaku sempat bimbang untuk bersuara, Meghan Markle akhirnya tersadar bahwa menutup mulut tak akan pernah menyelesaikan masalah. "Aku ingin mengatakannya dengan benar. Aku sadar bahwa diam saja adalah hal yang salah karena hidup George Floyd sangat berarti, begitu pula Breonna Taylor dan Philando Castile," lanjut sang Duchess, menyinggung nama-nama lainnya yang juga menjadi korban tindak rasisme.

Meghan lantas meminta maaf kepada murid-murid sekolah itu karena mereka mau tak mau harus hidup di dunia di mana rasisme masih terjadi. Sang Duchess berharap mereka bisa memahami dan menyikapi isu ini dengan tepat.

"Aku menyesal kalian harus tumbuh di dunia di mana hal seperti ini masih ada. Itu merupakan sesuatu yang kalian harus mengerti, tapi pahamilah sebagai pelajaran sejarah, bukan sebagai kenyataan. Aku menyesal kami belum bisa mewujudkan dunia yang layak untuk kalian," jelas Meghan.

Meghan juga menceritakan pengalaman pertamanya dengan demonstrasi yang pernah menyebar di kampung halamannya, Los Angeles. Mirip dengan yang tengah terjadi di AS saat ini, protes di Los Angeles dipicu pula oleh isu rasisme. Masih terngiang dalam ingatannya pemandangan buruk asap mengepul dari gedung-gedung yang terbakar, serta orang-orang memegang senapan di berbagai sudut kota.

Sementara itu, sebelumnya Meghan Markle dan Pangeran Harry dikritik lantaran bungkam soal isu kemanusiaan yang sedang menghangat di AS. Padahal, aksi protes juga terjadi di kota Los Angeles, tempat mereka berdomisili sementara setelah keluar dari Kerajaan Inggris.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts