Sabar dan Jangan Emosi, 8 Tips Ini Bantu Orangtua Hadapi Anak yang Makin Labil di Masa Pubertas
SerbaSerbi

Saat memasuki masa pubertas, anak-anak cenderung jadi lebih labil. Alih-alih menghadapi mereka dengan emosi, sebaiknya lakukan 8 tips ini untuk mendampingi anak melewati masa pubernya.

WowKeren - Pubertas menjadi masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Dalam fase ini, anak-anak akan mengalami perubahan fisik, psikis serta kematangan fungsi seksual. Masa pubertas biasanya dimulai sejak anak berusia 8 hingga 14 tahun dan berakhir di usia sekitar 16 tahun.

Tidak semua anak remaja siap dalam menghadapi perubahan yang dialaminya di masa pubertas. Di sisi lain, banyak pula orangtua yang enggan membicarakan hal tersebut dengan anak- anaknya. Padahal saat anak mengalami pubertas, orangtua biasanya memiliki rasa khawatir, khususnya tentang bagaimana cara anak-anaknya bergaul.


Dilansir dari laman childmind.org, saat anak memasuki masa pubertas, ia akan mengembangkan suatu kebebasan baru dan ingin melihat sejauh mana dirinya dapat melampaui batasan yang diberikan orangtua. Karena itulah orangtua memiliki peran besar untuk mendampingi anak-anaknya saat mereka memasuki masa pubertas demi mencegah buah hati salah pergaulan.

Berkaitan dengan hal ini, tim WowKeren telah merangkum beberapa tips yang bisa dilakukan orangtua untuk menghadapi anak yang sedang pubertas. Penasaran apa saja itu? Simak informasinya berikut ini.

(wk/eval)

1. Tetap Sabar dan Jangan Bereaksi Berlebihan


Tetap Sabar dan Jangan Bereaksi Berlebihan

Perubahan emosi yang penuh gejolak merupakan ciri khas remaja. Di satu waktu, mereka bisa sangat tenang dan nyaman. Di waktu yang lain, anak remaja bisa tiba-tiba kesal dan marah. Anda tidak bisa menghadapi emosi labil mereka dengan kemarahan juga. Karena itulah penting bagi orangtua untuk ekstra sabar saat menghadapi perubahan mood anak-anaknya di masa pubertas karena ini adalah fase di mana mereka menjadi dewasa.

Selain itu, jangan menunjukkan reaksi berlebihan yang bisa memperburuk situasi anak. Misalnya ketika mereka tiba-tiba menangis karena tidak diundang di pesta ulang tahun temannya, jangan pernah mengatakan, "Ibu tidak percaya kamu tidak diundang! Menyebalkan banget". Perkataan semacam ini hanya akan membuat anak semakin terpuruk, emosional dan merasa tidak nyaman.

2. Selalu Sisihkan Waktu Untuk Anak


Selalu Sisihkan Waktu Untuk Anak

Tidak seperti saat masih anak-anak, ABG biasanya lebih sulit terbuka pada orangtua ketika memasuki masa pubertas. Meski demikian bukan berarti orangtua hanya membiarkannya saja dan menunggu waktu mereka akan bicara. Bangun kedekatan dengan anak dan selalu dampingi mereka dalam melewati masa puber.

Sebaiknya selalu sisihkan waktu untuk anak dan berbicaralah dengan mereka senyaman mungkin. Anda bisa mengajak mereka berdiskusi atau hanya sekedar melakukan obrolan ringan namun rutin. Cara ini tak hanya akan meningkatkan hubungan orangtua dan anak, namun juga mengajarkan kepada mereka tentang keterampilan interpersonal yang sangat penting bagi anak di masa depan.

3. Berikan Pendidikan tentang Nilai Agama dan Moral


Berikan Pendidikan tentang Nilai Agama dan Moral

Perkembangan teknologi dan media yang semakin mudah diakses tentunya cukup berpengaruh bagi tumbuh kembang anak. Pasalnya anak dapat dengan mudah melihat berbagai konten tidak mendidik melalui gadget yang mereka miliki. Nah agar anak tidak sampai salah langkah, sebaiknya selalu bekali mereka dengan pendidikan moral dan agama sedini mungkin, termasuk saat mereka memasuki masa pubertas.

Pendidikan moral dan agama sangat penting dimiliki agar dapat dijadikan pondasi bagi kepribadian anak. Jika diajarkan dengan baik, anak-anak akan selalu mengontrol perkataan dan perbuatannya dengan kesadaran sendiri. Oleh karena itu, sebaiknya usahakan untuk melakukan kegiatan ibadah bersama keluarga dan selingi dengan aktivitas sosial.

4. Jelaskan tentang Perubahan Fisik dan Kesehatan Reproduksi


Jelaskan tentang Perubahan Fisik dan Kesehatan Reproduksi

Remaja biasanya memiliki rasa penasaran yang cukup tinggi tentang perubahan fisik yang mereka alami. Di sinilah orangtua memiliki peran penting. Anda harus bisa menjelaskan kepada anak mengenai perubahan yang terjadi pada mereka. Entah itu tentang sistem, fungsi dan proses reproduksi. Penjelasan Anda mungkin dapat menimbulkan perasaan tidak nyaman pada awalnya, namun hal ini penting dilakukan agar anak dapat memahami perubahan fisik yang dialaminya.

Selain itu, Anda juga bisa memberikan informasi yang akurat terkait bahaya obat-obatan terlarang. Jelaskan kepada mereka tentang pentingnya menghindari narkoba. Bila perlu, hadiahkan buku yang berkaitan tentang perkembangan remaja dan bahaya obat-obatan terlarang agar wawasan mereka semakin bertambah dan lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupannya di masa depan.

5. Dampingi Anak Saat Menonton TV atau Film


Dampingi Anak Saat Menonton TV atau Film

Beberapa bulan lalu terjadi kasus pembunuhan seorang balita yang dilakukan oleh remaja putri di Sawah Besar, Jakarta Pusat. Remaja itu membunuh balita dan menyembunyikannya di dalam lemari, sampai akhirnya ia menyerahkan diri ke kepolisian. Dalam pernyataannya, remaja tersebut mengatakan jika dia melakukan pembunuhan karena terinspirasi film horor.

Berkaca dari kasus tersebut, orangtua sebaiknya tidak sampai lengah dalam memberikan tontonan bagi anak. Usahakan untuk selalu mendampingi anak saat mereka menonton TV dan film. Karena tidak semua film anak menghadirkan tayangan yang berkualitas dan mengedukasi. Beberapa di antaranya justru menyelipkan berbagai adegan tak pantas. Dampingi mereka agar Anda bisa memantau tontonan apa saja yang mereka saksikan. Anda juga bisa mengganti channel atau menghentikan kegiatan menonton jika film tersebut tidak baik untuk anak Anda.

6. Mendidik Emosi Anak Laki-Laki


Mendidik Emosi Anak Laki-Laki

Emosi antara anak laki-laki dan perempuan biasanya cukup berbeda. Salah satu hal yang paling sulit dihadapi oleh anak laki-laki saat mereka memasuki usia pubertas adalah tentang makna cinta, persahabatan dan hubungan dengan lawan jenis. Akan berbahaya jika mereka tidak diberi pengertian dengan benar sebab anak-anak bisa salah mengartikannya.

Sebagai orangtua, setidaknya Anda dapat mendorong anak laki-laki untuk menjadi pribadi yang lebih peka yang dapat memahami perasaan orang lain dengan baik. Ajarkan juga pada mereka cara mengungkapkan perasaan secara tepat dengan menghindari perilaku dan perkataan kasar. Hal ini diharapkan dapat membantu mengurangi sikap agresif dan ledakan emosi yang mereka rasakan.

7. Anjurkan Anak Perempuan Untuk Olahraga


Anjurkan Anak Perempuan Untuk Olahraga

Jika Anda memiliki anak remaja perempuan, sebaiknya anjurkan mereka untuk rutin berolahraga. Menurut Anea Bogue, pencipta program pemberdayaan untuk anak perempuan, REALgirl, terdapat korelasi yang sangat umum antara anak perempuan yang bermain dalam tim olahraga dan yang tidak. Anak perempuan yang tidak tergabung dengan tim olahraga cenderung tidak percaya diri.

Oleh sebab itulah anjurkan mereka untuk lebih aktif berolahraga dan menjalin hubungan dengan anak-anak lain di tim olahraga. Dengan begitu mereka akan mendapatkan sejumlah manfaat sekaligus mulai dari kesehatan fisik yang senantiasa terjaga hingga hubungan pertemanan yang terjalin. Menariknya lagi, mereka yang tergabung dengan tim olahraga cenderung lebih baik dalam bidang akademis dan memiliki lebih sedikit masalah soal citra tubuhnya.

8. Memberi Hadiah dan Hukuman


Memberi Hadiah dan Hukuman

Masa pubertas dapat diibaratkan sebagai masa di mana anak- anak sedang giat belajar. Karena itulah mustahil bagi mereka untuk mendapatkan nilai sempurna di setiap peraturan. Tentu mereka akan melanggar satu atau dua hal yang telah ditetapkan oleh orangtuanya. Oleh karena itu, sebaiknya lakukan evaluasi untuk setiap tindakan yang mereka lakukan tanpa harus terlalu mengekangnya.

Jika anak menunjukkan perilaku yang baik, jangan segan untuk memberikan mereka hadiah dan pujian. Pujian yang memotivasi akan membuat anak merasa lebih percaya diri dan semakin bersemangat untuk menjadi lebih baik lagi. Namun jika anak melakukan kesalahan berikan mereka hukuman atau konsekuensi yang disertai dengan penjelasan. Tetap jaga perasaan mereka dengan menyampaikan kritik yang membangun, jangan membentak, mengancam apalagi menceritakan kesalahannya pada orang lain.

Demikian delapan tips menghadapi anak yang sedang pubertas yang telah tim WowKeren rangkum untuk kalian. Simak juga artikel ini untuk mengetahui tips memilih tontonan yang tepat bagi si kecil saat mereka sedang berlibur. Selain itu, Anda juga bisa menyimak artikel ini untuk mengetahui berbagai aplikasi parenting yang dapat digunakan untuk mengawasi tumbuh kembang buah hati.

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait