Trump Kalah Unggul dari Joe Biden di Survei Pilpres, Penanganan Corona Hingga Rasisme Jadi Penyebab
Getty Images
Dunia

Survei mengatakan keunggulan Joe Biden terjadi ketika ia dinilai berhasil membangun kepercayaan di kalangan pemilih perempuan, pemilih keturunan Afrika Amerika dan Latin.

WowKeren - Kandidat presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden, rupanya lebih unggul 14 poin dari sang petahana, Presiden Donald Trump, dalam survei pilpres pada Rabu (24/6) waktu setempat. Trump kehilangan suara dari para pendukungnya yang menganggap pemerintahannya gagal menangani pandemi virus corona (COVID-19), serta kebijakannya dalam menangani gelombang demonstrasi anti-rasisme di AS.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan New York Times dan Siena College, Biden meraih 50 persen suara, sementara Trump hanya mendapat 36 persen dukungan. Jumlah ini sekaligus menjadi yang terburuk bagi Trump sejauh ini.

Dilansir dari CNN pada Jumat (26/6), jajak pendapat terbaru memaparkan bahwa Biden rata-rata unggul 10 poin di depan Trump. New York Times menuturkan survei tersebut diikuti oleh sekitar 1.337 pemilih terdaftar dan berlangsung pada 17-22 Juni.

Survei mengatakan keunggulan Biden terjadi ketika mantan wakil presiden AS era Barack Obama itu dinilai berhasil membangun kepercayaan di kalangan pemilih perempuan, pemilih keturunan Afrika Amerika dan Latin. Biden juga dianggap lebih mumpuni dalam menangani pandemi jika dibandingkan dengan Trump yang selalu mengambil kebijakan "keliru".

Trump sendiri mengetahui perolehan suaranya menurun dalam jajak pendapat di beberapa bulan terakhir. Penurunan itu diduga sebagai kritik atas penanganannya terhadap pandemi virus corona, hingga sikapnya selama demontsrasi anti-rasisme yang pecah selama beberapa pekan terakhir akibat tewasnya George Floyd.


Sedangkan menurut sebuah jajak pendapat terbaru, dukungan untuk Trump di kalangan Partai Republik juga menurun sebanyak 13 poin sejak Maret lalu. Selama proses pemakzulan, hanya 38 persen responden yang menyetujui kinerja Trump.

Aspek menguntungkan Trump dalam jajak pendapat ada pada ekonomi, di mana 43 persen responden mengatakan kinerja Trump sangat baik bagi perekonomian. Sementara 38 persen lainnya memilih Biden.

Sebagai informasi tambahan, belakangan ini Trump sendiri memang kerap menuai kontroversi dari publik jelang pemilihan presiden pada November mendatang. Elektabilitasnya terus menurun lantaran Trump mengambil beragam kebijakan yang dinilai sangat tak masuk akal.

Bahkan kampanyenya yang digelar di Tusla, Oklahoma, pada Sabtu lalu hanya dihadiri oleh segelintir orang. Dari target 100 ribu pendukung, massa yang datang justru tak lebih dari 19 ribu orang.

Hal ini lantaran keputusan Trump untuk menggelar kampanye dinilai sangat berisiko, mengingat kasus COVID-19 di AS terus mengalami lonjakan signifikan. Bahkan, tim kampanye Trump dikonfirmasi terinfeksi COVID-19 dan disebut sebagai klaster baru di AS.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait