Trump Tak Bisa Jawab Saat Ditanya Soal Visi Misi Jika Terpilih Jadi Presiden AS Lagi
Dunia

Dalam wawancara bersama Fox News belum lama ini, Trump malah membesar-besarkan soal bakat dan pengalaman saat ditanya visi misinya jika kembali bisa memimpin AS lagi.

WowKeren - Presiden Amerika Serikat Donald Trump rupanya tak bisa menjawab secara jelas saat ditanya targetnya jika kembali terpilih menjadi presiden Amerika Serikat untuk periode kedua dalam pilpres AS November mendatang. Dalam wawancara bersama Fox News belum lama ini, Trump malah membesar-besarkan soal bakat dan pengalaman saat ditanya visi misinya jika kembali bisa memimpin AS lagi.

Alih-alih menjelaskan visi misi dan agenda prioritasnya jika terpilih sebagai presiden lagi, Trump malah bercuap-cuap soal kehidupannya sebagai pengembang asal New York. Ia menuturkan sebelum menjadi presiden, dia jarang mengunjungi Washington dan tidak mengenal siapa-siapa.

"Salah satu hal yang akan sangat bagus dan penting, saya selalu mengatakan bakat itu lebih penting dari pengalaman, saya selalu mengatakan itu, tapi dunia pengalaman adalah kata yang sangat penting dan memiliki arti yang sangat penting," jawab Trump seperti dikutip dari CNN.

"Sekarang, saya kenal semua orang, dan saya memiliki orang-orang hebat di pemerintahan," lanjut Presiden berusia 74 tahun tersebut.

Dalam wawancara ini, Trump juga turut menyinggung mantan penasihat keamanannya, John Bolton, yang baru-baru ini merilis buku yang tidak sedikit mengungkap kebobrokan pemerintahannya. Presiden kontroversial tersebut bahkan tak segan mengumpati Bolton dalam wawancara itu.


"Anda membuat sejumlah kesalahan, seperti si idiot John Bolton, semua yang ia inginkan hanya menjatuhkan bom kepada semua orang, Anda tidak perlu menjatuhkan bom ke semua orang, Anda tidak perlu membunuh orang-orang," ujar Trump.

Sontak saja jawaban Trump tersebut menggambarkan ketakutan beberapa penasihat politiknya selama ini yang menganggap dirinya tidak fokus terhadap pemilihan presiden yang akan diselenggarakan pada November nanti. Apalagi Berdasarkan jajak pendapat belum lama ini, Trump kalah unggul jika dibandingkan dengan pesaingnya dari Partai Demokrat, Joe Biden.

Biden tercatat unggul 14 poin dari Trump dalam jajak pendapat tersebut. Mantan wapres era Obama itu meraih 50 persen suara, sementara Trump hanya mendapat 36 persen dukungan. Jumlah ini menjadi yang terburuk bagi Trump sejauh ini. Survei mengatakan keunggulan Biden terjadi karena ia dinilai berhasil membangun kepercayaan di kalangan pemilih perempuan, pemilih keturunan Afrika Amerika dan Latin.

Sedangkan Trump kehilangan suara dari para pendukungnya yang menganggap pemerintahannya gagal menangani pandemi virus corona (COVID-19), serta kebijakannya dalam menangani gelombang demonstrasi anti-rasisme di AS.

Sebagai informasi tambahan, belakangan ini Trump sendiri memang kerap menuai kontroversi dari publik jelang pemilihan presiden pada November mendatang. Elektabilitasnya terus menurun lantaran Trump mengambil beragam kebijakan yang dinilai sangat tak masuk akal.

Bahkan kampanyenya yang digelar di Tusla, Oklahoma, pada pekan lalu hanya dihadiri oleh segelintir orang. Dari target 100 ribu pendukung, massa yang datang justru tak lebih dari 19 ribu orang.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts