Respon Peneliti Soal Kemungkinan Virus Corona Menyebar Lewat Gigitan Nyamuk
Dunia
Pandemi Virus Corona

Muncul kekhawatiran soal kemungkinan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 bisa menular melalui gigitan nyamuk. Seperti yang diketahui, gigitan nyamuk dapat menularkan virus seperti Zika dan West Nile.

WowKeren - Virus corona (COVID-19) menyebar dengan cepat. Hal ini dibuktikan dari pertambahan jumlah kasus yang cukup banyak tiap harinya.

Hingga hari ini (15/7), worldometer mencatat ada lebih dari 13 juta orang yang terinfeksi virus corona. Badan Kesehatan Dunia (WHO) sendiri mengatakan jika penyebaran virus yang telah menelan jiwa lebih dari 500 ribu orang ini tak hanya melalui tetesan (droplet) namun juga lewat udara melalui microdroplet.

Baru-baru ini, peneliti mengungkap kekhawatirannya akan penyebaran COVID-19 melalui gigitan nyamuk. Pasalnya, serangga penghisap darah tersebut diketahui menularkan berbagai virus seperti Zika dan West Nile.

Meski begitu, belum ada bukti bahwa nyamuk dapat membawa COVID-19 menurut WHO dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat. Joseph Conlon, mantan ahli entomologi Angkatan Laut AS dan penasihat teknis untuk American Mosquito Control Association, mengatakan ada beberapa alasan mengapa nyamuk tidak mungkin menularkan COVID-19.


Pertama, virus corona tidak banyak beredar dalam darah. Kedua, virus perlu dicerna dan bertahan dalam proses pencernaan, yang mana perlu dipindahkan ke kelenjar ludah serangga untuk menginfeksi manusia. “Ini adalah proses yang sangat rumit dan ada sejumlah hambatan berbeda di sana,” kata Conlon kepada ProPublica, dilansir Men's Health, Rabu (15/7).

Departemen Pertanian AS sedang melakukan penelitian untuk menguji secara resmi apakah virus SARS-CoV-2 dapat disebarkan oleh nyamuk atau tidak. Conlon berharap hasilnya akan secara resmi mendukung pernyataan WHO dan CDC AS tentang masalah ini.

Conlon mengatakan, apa pun hasilnya nanti tentu saja orang tetap khawatir atas gigitan nyamuk. Serangga terbang ini dapat menularkan beberapa penyakit lain dan bisa mengganggu kekebalan tubuh sehingga akan membuat orang sangat rentan terhadap infeksi virus corona.

Seperti yang telah diketahui, WHO telah mengakui hasil penelitian 239 ilmuwan dari 32 yang menyatakan jika COVID-19 bisa menular melalui udara. Hal ini tentunya membuat WHO bergerak cepat untuk mengubah pedoman kesehatannya.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts