Pakar Penjinak Bom Buka Suara Soal Ledakan di Beirut Lebanon, Benar Karena Serangan?
Dunia
Ledakan Besar Beirut

Mantan pejabat intelijen Inggris, Chris Hunter, membeberkan analisisnya soal ledakan dahsyat yang terjadi di Beirut, Lebanon. Adakah kaitannya dengan serangan bom atau murni kecelakaan?

WowKeren - Diketahui Lebanon sedang mengalami insiden ledakan besar yang menewaskan ratusan orang serta melukai ribuan lainnya. Kendati pemerintah setempat menyebut insiden terjadi karena kelalaian penyimpanan hampir 3 ribu ton ammonium nitrat di dekat Pelabuhan Beirut, banyak yang mengaitkan hal ini dengan serangan bom hingga konflik antara Israel dan Hizbullah.

Seorang pakar penjinak bom yang juga mantan pejabat intelijen Inggris, Chris Hunter, ikut buka suara. Ia mencoba menganalisis ledakan yang terjadi berdasarkan pengamatan video dan keterangan para saksi mata.

Menurut Hunter, kemungkinan besar ledakan yang terjadi bukan disebabkan oleh bubuk mesiu atau amunisi. Ia menarik kesimpulan ini dari asap ledakan yang tampak berwarna putih, merah muda, kemudian ditutup dengan merah pekat.

"Ketika terjadi sebuah ledakan, biasanya ada dua jenis asap yang muncul, antara hitam atau putih," kata Hunter, dilansir Sky News, Rabu (5/8). "Jika asap berwarna hitam, maka ledakan dipastikan terjadi akibat peledak yang biasa digunakan militer atau teroris."


Sedangkan warna putih yang tampak dari ledakan menunjukkan bahwa bahan dengan daya ledak rendah lah yang memicu ledakan. Sementara warna merah gelap yang tampak berasal dari api, bisa berasal dari material terbakar, furnitur, cat, hingga kepulan debu di sekitar area tersebut.

Analisis ini membuat Hunter yakin ledakan berasal dari sesuatu yang berdaya ledak rendah alih-alih bubuk mesiu atau amunisi. "Lebih cocok dengan sesuatu yang berdaya ledak rendah, seperti ledakan kembang api," jelas Hunter.

Hunter pun menegaskan ledakan tak melulu terjadi akibat bahan peledak. Beberapa kali ledakan bisa dipicu oleh sesuatu yang lazim berada di sekitar kehidupan kita namun tersulut oleh sesuatu yang membakar.

Ledakan ini bisa juga terjadi karena sejumlah besar bahan dengan daya ledak rendah mengalami kenaikan tekanan dan berada di ruang tertutup. Namun Hunter sendiri lebih fokus pada upaya evakuasi karena pemadam kebakaran yang bertugas harus ekstra hati-hati, khawatir jika masih ada material yang belum meledak.

"Kita tidak tahu apakah semua material sudah meledak atau masih ada yang belum terpicu," tutur Hunter. Dan proses penyisiran akan makin sulit dilakukan karena Beirut sendiri merupakan kota dengan populasi yang sangat padat serta jalan raya yang terbatas.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts