Douching merupakan proses membersihkan vagina menggunakan cairan yang terdiri dari berbagai bahan kimia. Meski sering dianggap baik, ternyata aktivitas ini menyimpan sejumlah bahaya untuk organ kewanitaan seperti berikut ini.
- Eva Lestari
- Kamis, 03 September 2020 - 14:02 WIB
WowKeren - Setiap wanita wajib menjaga kesehatan organ intimnya agar terjadi keseimbangan antara bakteri baik dan bakteri jahat. Keseimbangan ini dapat menjaga tingkat keasaman normal vagina guna mencegah iritasi dan infeksi.
Karena itulah merawat kesehatan organ intim tidak boleh dilakukan sembarangan. Namun, beberapa wanita justru terjebak pada persepsi yang salah karena terlalu sering melakukan douching vagina.
Bagi kalian yang masih asing dengan istilah ini, douching vagina merupakan proses membersihkan vagina menggunakan cairan yang terdiri dari berbagai bahan kimia. Cairan tersebut biasanya mengandung air, baking soda, cuka, pewangi hingga antiseptik.
Meski dianggap dapat membersihkan, douching vagina ternyata dapat menimbulkan sejumlah resiko dan bahaya bagi kesehatan organ intim. Hal ini dikarenakan douching dapat membunuh bakteri baik di dalam vagina sehingga berisiko merusak keseimbangan pH. Karena itulah bagi kalian yang berniat melakukan douching vagina sebaiknya pikirkan dengan matang dan ketahui dulu bahayanya berikut ini.
(wk/eval)1. Meningkatkan Risiko Kanker Serviks
Bahaya melakukan douching vagina yang pertama adalah dapat meningkatkan risiko kanker serviks. Wanita yang melakukan douching lebih dari sekali dalam seminggu berisiko empat kali lebih besar terkena kanker serviks.
Hal ini disebabkan karena douching dapat memicu terjadinya infeksi HPV genital di vagina. Nah, HPV sendiri dikenal sebagai salah satu pemicu terjadinya kanker serviks. Untuk menghindari risiko tersebut, sebaiknya bersihkan miss V secara rutin menggunakan air bersih atau basuh dengan air hangat.
2. Memicu Infeksi Menular Seksual pada Remaja
Para remaja juga sebaiknya menghindari aktivitas douching sedini mungkin karena berisiko terkena Infeksi Menular Seksual (IMS). Hal ini terbukti dari penelitian yang dilakukan oleh American Journal of Obstetrics and Gynecology pada tahun 2008.
Studi tersebut melibatkan 411 remaja perempuan berusia 12-19 tahun yang berisiko tinggi terinfeksi HIV dan tidak terinfeksi. Mereka dibagi ke dalam tiga kelompok yakni remaja yang sering melakukan douching, sesekali saja dan yang tidak pernah sama sekali. Pada akhirnya, penelitian itu membuktikan bahwa mereka yang selalu melakukan douching berisiko 1,8 kali lebih tinggi terkena IMS. Sedangkan mereka yang sesekali melakukan douching berisiko terkena IMS 1,4 kali lebih tinggi.
3. Menyebabkan Radang Vagina
Bahaya melakukan douching berikutnya adalah dapat menyebabkan radang pada vagina. Berdasarkan penuturan dari American College of Obstetricians and Gynecologists, douching yang dilakukan secara berulang dapat menyebabkan ekosistem vagina berubah dan memicu terjadinya radang pada Miss V atau yang disebut dengan vaginitis.
Kondisi ini sebabkan karena douching dapat mengubah tingkat pH serta menekan pertumbuhan bakteri endogen normal. Pendapat tersebut semakin dipertegas oleh pernyataan American Medical Association yang menjelaskan bahwa vaginitis pada wanita berusia subur dipicu oleh seringnya melakukan douching, yang dapat memicu reaksi alergi.
4. Meningkatkan Risiko Vaginosis Bakterialis
Terlalu sering melakukan douching vagina juga dapat memicu terjadinya vaginosis bakterialis. Pendapat ini didasarkan pada sebuah studi tahun 2003 yang dipublikasikan dalam Journal of Obstetrics and Gynaecology. Studi tersebut menyatakan bahwa douching dapat menghilangkan keseimbangan normal bakteri di bagina serta meningkatkan risiko terjadinya vaginosis bakterialis.
Kandungan zat saline atau asam asetat di dalam cairan douching bisa menyebabkan perubahan mikrofloral pada vagina hanya dalam waktu 10 menit. Dan untuk kembali normal, setidaknya dibutuhkan waktu selama 72 jam. Jika kondisi ini berlangsung dalam jangka panjang, pertumbuhan organisme patogen akan meningkat dan menekan bakteri baik yang disebut lactobacillus.
5. Menyebabkan Penyakit Radang Panggul
Bila pertumbuhan bakteri jahat pada area kewanitaan melonjak, melakukan douching justru akan mendorong bakteri tersebut untuk masuk ke organ dalam. Akibatnya, bakteri akan masuk ke dalam vagina menuju rahim, saluran tuba falopi serta indung telur.
Jika sudah demikian, kamu akan lebih berisiko mengalami penyakit radang panggul. Apalagi jika kamu melakukan douching terlalu sering, karena risikonya bisa meningkat hingga 73 persen. Seram banget kan, masih tertarik melakukan douching?
6. Menyebabkan Masalah Kehamilan
Melakukan douching terlalu sering ternyata juga bisa membuat para wanita kesulitan untuk hamil karena sistem reproduksinya terganggu. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh penyakit radang panggul di mana satu dari delapan wanita yang memiliki riwayat penyakit tersebut akan kesulitan untuk hamil.
Selain berisiko sulit hamil, melakukan douching secara rutin juga dapat meningkatkan risiko kehamilan ektopik (janin tumbuh di luar rahim) hingga 76 persen. Hal ini disebabkan karena kondisi ideal dari sistem reproduksi wanita telah terganggu.
7. Meningkatkan Risiko Kelahiran Prematur
Bahaya terakhir yang mengintai jika kamu terlalu sering melakukan douching adalah berisiko melahirkan bayi prematur. Pendapat ini dikaitkan dengan studi yang diterbitkan dalam jurnal Medical Hypotheses pada tahun 2000. Studi tersebut menjelaskan bahwa douching vagina sangat berperan dalam meningkatkan risiko kelahiran prematur spontan akibat infeksi.
Demikian tujuh bahaya douching vagina yang telah tim WowKeren rangkum untuk kalian. Simak juga artikel ini untuk mengetahui berbagai bahan alami yang bisa kamu gunakan untuk mengatasi vagina yang gatal. Selain itu, kamu juga bisa menyimak artikel ini untuk mengetahui berbagai kebiasaan sepele yang sebaiknya dihindari saat menstruasi.