Pamitan di Hari Terakhir Jabatan, Menhan Jepang Sempat Rilis  Protokol Hadapi UFO
The New York Times
Dunia

Sebelum lengser dari jabatan Menteri Pertahanan Jepang, Taro Kono rupanya masih sempat merilis protokol untuk menghadapi unidentified flying object alias UFO.

WowKeren - Menteri Pertahanan (Menhan) Jepang, Taro Kono, berpamitan kepada publik lewat akun media sosialnya. "Hari terakhir di Kementerian Pertahanan," cuit Taro Kono di akun Twitter resminya pada Rabu (16/9) hari ini.

Sebagai informasi, Taro Kono merupakan Menhan di kabinet Perdana Menteri (PM) Shinzo Abe. Menyusul mundurnya Shinzo Abe dari jabatan PM karena masalah kesehatan, Taro Kono pun turut lengser dari kursi Menhan. Namun, Taro Kono disebut akan tetap dilibatkan di kabinet dalam bagian reformasi administrasi oleh pengganti Shinzo Abe, Yoshihide Suga.

Menhan Jepang

Twitter/@konotaromp

Sebelum lengser dari jabatan Menhan, Taro Kono rupanya masih sempat merilis protokol untuk menghadapi unidentified flying object alias UFO pada Senin (14/9). Melansir Japan Times, protokol UFO tersebut ditujukan bagi angkatan bersenjata Jepang (Self-Defense Force/SDF).


Dalam pernyataannya, Taro Kono meminta anggota SDF untuk merekam dan memotret benda-benda tak teridentifikasi yang mereka temui atau yang memasuki wilayah udara Jepang. Selain itu, anggota juga diminta untuk mengambil langkah-langkah "yang diperlukan untuk analisis" dari penampakan tersebut, termasuk informasi yang diberikan secara terpisah oleh publik.

Kementerian Pertahanan Jepang sendiri menyatakan bahwa belum ada kasus yang diketahui dimana SDF menemukan UFO. Adapun Jepang merilis protokol ini tak lama Departemen Pertahanan Amerika Serikat membentuk Satuan Tugas Fenomena Udara Tak Teridentifikasi pada bulan lalu.

Adapun Satgas AS tersebut bertujuan untuk "meningkatkan pemahaman dan mendapatkan wawasan" tentang sifat serta asal-usul benda-benda dan fenomena yang belum diketahui. Selain itu, Pentagon juga telah merilis video yang diambil pada tahun 2004 dan 2015, termasuk video yang menunjukkan objek terbang elips yang menunjukkan tingkat kecepatan dan kemampuan manuver yang tak terlihat.

Taro Kono sendiri menyatakan bahwa dirinya tidak percaya pada UFO setelah video Pentagon tersebut dirilis pada bulan April 2020 lalu. Namun, protokol UFO ini dirilisnya untuk memberikan aturan jika ada anggota SDF yang menghadapi pesawat non-konvensional, termasuk teknologi drone yang terus berkembang, yang dapat menimbulkan ancaman keamanan nasional.

Sementara itu, pemerintah Jepang telah mengumumkan pandangan mereka terkait UFO pada Februari 2018 lalu. Jepang mengatakan "tidak ada konfirmasi yang dibuat tentang keberadaan mereka (UFO)."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts