Teori Baru Ungkap Asal Usul Virus Corona Yang Masih Jadi Misteri
Pxhere/Ilustrasi
SerbaSerbi
Pandemi Virus Corona

Asal usul virus corona sejauh ini masih menjadi tanda tanya. Namun, penelitian terbaru berhasil mengungkap misteri terkait kemungkinan awal mula COVID-19 muncul dan menyebar dengan luas menjadi pandemi.

WowKeren - Virus corona sudah lebih dari 6 bulan menjadi pandemi yang menyebar ke berbagai negara. Asal usul virus yang pertama kali merebak di Wuhan, Tiongkok pada Desember 2019 lalu ini masih menjadi misteri hingga sekarang.

Berdasarkan data dari badan statistik Worldometers, COVID-19 telah menginfeksi lebih dari 30 juta penduduk dunia hingga Sabtu (19/9). Dari jumlah tersebut, lebih dari 22 juta orang dinyatakan sembuh dan hampir 1 juta orang meninggal dunia akibat virus corona.

Dilansir dari Fox News, sebuah penelitian yang dipublikasikan di Nature Microbiology kemungkinan telah menemukan jawaban atas asal mula virus corona. Penelitian ini dilakukan oleh kelompok ilmuwan dari Amerika Serikat, Tiongkok, dan Eropa dengan membandingkan pola mutasi SARS-CoV-2 dengan virus lain, kemudian menemukan evolusi virus tersebut.

Hasilnya, para peneliti berhasil menemukan adanya garis keturunan yang menghasilkan pandemi virus corona pada kelelawar. Meski sumber penularan COVID-19 bisa dipengaruhi oleh spesies lain, namun kelelawar dinilai menjadi spesies utama yang berperan dalam menghasilkan hingga menyebarkan virus corona.


"Secara kolektif, analisis kami menunjukkan kelelawar menjadi reservoir utama untuk garis keturunan SARS-CoV-2," kata penulis peneliti utama Philippe Lemey dari Department of Evolutionary and Computational Virology, KE Leuven seperti dilansir dari Fox News, Jumat (18/9). "Meskipun mungkin ada spesies lain yang juga bisa jadi sumber penularannya."

"Tetapi bukti ini konsisten dengan virus yang berevolusi pada kelelawar yang menghasilkan sarbecovirus kelelawar yang bereplikasi di saluran pernapasan bagian atas manusia dan trenggiling," sambungnya. "Kemampuan untuk memperkirakan waktu divergensi setelah menguraikan sejarah rekombinasi yang tengah kami kembangkan ini bisa mengarah pada wawasan tentang asal mula banyak patogen virus berbeda."

Dalam penelitian ini, terungkap bagaimana virus corona ternyata telah berevolusi dari kelelawar sejak 40 hingga 70 tahun lalu. Hal ini dibuktikan dengan munculnya SARS-CoV-2 yang sudah menyebar pada kelelawar selama beberapa dekade.

SARS-CoV-2 dijelaskan memiliki kemiripan secara genetik sekitar 96 persen dengan virus Corona RaTG13. Virus tersebut kemudian kembali ditemukan pada kelelawar tapal kuda Rhinolophus affinis pada 2013 silam di Provinsi Yunnan, Tiongkok.

"Ini berarti bahwa virus lain yang mampu menginfeksi manusia menyebar dari kelelawar tapal kuda di Tiongkok," ujar profesor virologi komputasi di MRC-University of Glasgow Center for Virus Research, David Robertson. "Meskipun ada juga kemungkinan bahwa trenggiling sebagai inang perantara yang menjadi sumber penularan SARS-CoV-2 ke manusia, tetapi tidak ada bukti ilmiah yang bisa membuktikannya."

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts