Malaysia Laporkan Gelombang 3 Wabah Corona, Ternyata Hal 'Sepele' Ini Penyebabnya
Dunia
Pandemi Virus Corona

Kemenkes Malaysia mengklaim negaranya tengah menghadapi gelombang ketiga wabah virus Corona. Kemenkes pun mengungkap 2 dugaan alasan 'sepele' di balik timbulnya gelombang baru ini.

WowKeren - Dunia masih berlomba-lomba untuk bisa mengatasi wabah virus Corona. Termasuk Malaysia yang bahkan belakangan mengklaim tengah menghadapi gelombang ketiga pandemi COVID-19.

"Kami sekarang telah memasuki gelombang ketiga COVID-19," ujar Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Noor Hisham Abdullah, dikutip dari Channel News Asia, Sabtu (10/10). Tercatat ada 354 kasus baru yang tercatat di Malaysia hingga Jumat (9/10) waktu setempat.

Tentu menjadi pertanyaan besar, apa penyebab Malaysia sampai menghadapi lonjakan kasus yang "memulai" gelombang baru wabah COVID-19 ini? Dikutip dari South China Morning Post menyebut kegiatan Pemilu merupakan pemicu datangnya gelombang baru wabah COVID-19.

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengakui bahwa pemungutan suara di Sabah adalah faktor lonjakan virus Corona terbaru. Namun demikian, Yassin juga menegaskan bahwa Pemilu merupakan kegiatan yang tak bisa dihindari.

Diketahui Pemilu di Sabah terjadi pada 26 September 2020, yang tentunya didahului dengan kegiatan kampanye. Dan penularan virus Corona terjadi paling banyak ketika kampanye.


Selain karena kampanye menimbulkan kerumunan besar massa, virus diduga menular dengan cepat ketika para kandidat dan pejabat yang ada tampak memakai masker di bawah dagu. Potret ini pun menjadi viral di media sosial dan sempat mendapat kritikan keras publik.

Selain itu, Malaysia juga menduga virus Corona berkembang pesat di klaster migran yang tertahan di Sabah. Pada 7 September 2020, Kemenkes Malaysia mencatat 62 kasus dan merupakan tertinggi sejak 4 Juni 2020.

Saat ini ada 354 kasus baru yang tercatat di Negeri Jiran. Dari ratusan kasus itu, sebanyak 2 di antaranya merupakan kasus impor, sedangkan lainnya merupakan transmisi lokal.

Umumnya kasus baru COVID-19 terkait dengan wilayah Sabah yaitu sebanyak 274 kasus. Kasus baru COVID-19 lainnya dilaporkan terjadi di Selangor, Kedah, Sarawak, Kuala Lumpur, Pulau Pinang, Johor, Terengganu, Negeri Sembilan, Putrajaya, Perak dan Labuan.

Di sisi lain, kegiatan kampanye dan Pemilu memang dikhawatirkan menjadi lokasi penyebaran virus Corona. Namun saat ini Indonesia sendiri juga tengah mempersiapkan Pilkada serentak pada 9 Desember 2020.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts