Negara Ini Tiba-Tiba Batal Pesan Vaksin Corona AstraZeneca, Kenapa?
AFP/Paul Ellis
Dunia

Seputar perkembangan vaksin di dunia, negara ini secara tiba-tiba memutuskan untuk membatalkan pemesanan vaksin COVID-19 AstraZeneca. Ini alasan utamanya.

WowKeren - Perkembangan vaksin virus corona buatan Universitas Oxford terus mendapatkan sorotan. Vaksin yang tengah menjalani uji klinis di sejumlah negara seperti Brasil, Amerika Serikat (AS), dan Inggris itu disorot setelah adanya relawan yang meninggal saat menjalani uji klinis.

Kini, Pemerintah Peru telah memutuskan untuk membatalkan pemesanan vaksin AstraZeneca. Mereka menyatakan telah menolak untuk menandatangani perjanjian pembelian vaksin COVID-19 dengan pihak AstraZeneca.

Dalam keterangan resminya, Perdana Menteri Peru Walter Martos mengungkapkan alasan pembatalan pemesanan vaksin tersebut. Rupanya, pembatalan ini dipicu karena pihak AstraZeneca tidak memberikan data yang cukup dari penelitian uji klinis mereka.

Martos menjelaskan jika pihaknya telah meminta data dari studi vaksin AstraZeneca. Namun, perusahaan farmasi tersebut masih belum mengirimkan informasi yang dibutuhkan maupun menawarkan jumlah inokukasi yang minimal.


Tak sampai disitu, Martos juga turut membeberkan jika pihak AstraZeneca menawarkan jumlah vaksin yang sangat rendah bagi Peru. Hal tersebut berbanding terbalik dengan perusahaan pengembang vaksin lainnya yang dinilai lebih transparan dalam memaparkan data, jumlah, dan bahkan harga vaksin COVID-19 yang ditawarkan lebih murah.

“Laboratorium lain telah mengirimkan pada kami, namun AstraZeneca belum,” kata Martos seperti dilansir dari Reuters, Jumat (23/10). “Mereka menawarkan kepada kami jumlah vaksin yang sangat rendah dibandingkan dengan laboratorium lain yang menawarkan kepada kami dalam jumlah besar dengan biaya lebih murah.”

Meski demikian, Martos menyebut jika perusahaan AstraZeneca berencana melakukan uji coba vaksin virus corona di Peru. Ia juga menyebut jika negaranya saat ini sedang dihadapkan dengan ancaman gelombang kedua pandemi COVID-19.

Angka kasus virus corona di Peru sendiri sudah mulai menurun sejak September. Tercatat, Peru melaporkan 879.876 kasus dengan 33.984 kematian akibat COVID-19 hingga Kamis (22/10).

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts