Kumpulan Fakta Mengejutkan Komodo, Naga Terakhir Yang Terancam Punah
Reuters
SerbaSerbi
Proyek Jurrasic Park di Pulau Komodo

Nasib komodo menjadi perhatian luas masyarakat usai pembangunan ‘Jurassic Park’ di Pulau Rinca menuai sorotan. Berikut fakta-fakta mengejutkan seputar kadal terbesar di dunia ini.

WowKeren - Perbincangan seputar komodo beberapa hari ini menjadi ramai akibat sebuah foto viral yang beredar di media sosial. Dalam foto tersebut, terlihat seolah-olah komodo sedang menghadang sebuah truk proyek yang membawa material untuk pembangunan wisata “Jurassic Park” di kawasan Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sontak, foto tersebut langsung mendapatkan sorotan luas dari masyarakat Indonesia hingga media Internasional. Pasalnya, foto itu seperti menunjukkan terjadinya perusakan habitat komodo yang sudah terancam punah.

Komodo Hadang Truk

Twitter/KawanBaikKomodo

Dilansir dari Live Science, komodo (varanus komodoensis ) merupakan kadal terbesar di dunia dengan panjang mencapai 3 meter dan berat badan sebesar 135 kilogram. Komodo juga dianggap sebagai jenis naga terakhir dari jaman purba yang masih hidup di Bumi.

Komodo sejauh ini dilaporkan hanya ada di Indonesia. Hewan langka ini bisa ditemukan di wilayah NTT, yakni Pulau Komodo, Pulau Rinca, Gili Motang, Gili Dasami, dan Pulau Flores. Habitat binatang endemik ini adalah hutan kering tropis hingga sabana. Komodo diketahui menyukai wilayah panas ekstrem dengan suhu sekitar 35 derajat Celcius.

Berdasarkan jurnal Ecology and Evolution, peneliti dari Australia memprediksi komodo akan mengalami penurunan populasi secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Bahkan, komodo diprediksi akan punah pada tahun 2050 mendatang. Ancaman kepunahan komodo itu disebabkan oleh dampak perubahan iklim yang terus terjadi.

Berikut merupakan fakta-fakta mengejutkan seputar komodo:

1. Punya Racun Mematikan

Komodo diketahui memiliki gigitan yang mematikan. Peneliti dari Lembaga Penelitian Indonesia (LIPI) Evy Arida liur komodo mengandung banyak jenis bakteri, bahkan mencapai ribuan. Tak hanya itu, komodo juga memiliki kelenjar bisa layaknya biawak, namun tidak memiliki tingkat bahaya seperti ular kobra.

Komodo

The New York Times/Adam Dean

Walau begitu, mangsa komodo biasanya akan mati setelah beberapa hari atau satu minggu setelah digigit. Komodo selama ini selalu memburu mangsanya dengan cara menggigit. Selanjutnya, mangsa akan ditinggalkan hingga mati dan dilahap setelah menjadi bangkai.

2. Makan Sebulan Sekali

Fakta unik seputar komodo adalah hewan ini memiliki pola makan yang sangat menarik. Seorang ranger di Pulau Rinca, Xaverius Sumardi mengatakan rata-rata komodo hanya makan selama satu bulan sekali. Pola makan yang unik tersebut rupanya membuat komodo bisa bertahan hidup sampai usia 50-60 tahun.


Komodo diteliti dapat memakan mangsa yang 80 persen dari berat badan mereka untuk sekali makan. Dalam membunuh mangsanya, komodo biasanya akan menjatuhkan mangsa dengan kakinya yang besar. Selanjutnya, hewan ini mengandalkan gigi tajam yang mirip dengan hiu untuk mencabik-cabik mangsanya. Jika lolos, mangsa tetap kehilangan nyawa karena keracunan bisa komodo.

3. Bisa Panjat Pohon

Komodo Panjat Pohon

Berbagai Sumber

Xaverius menjelaskan kemampuan unik bayi komodo yang langsung memanjat pohon begitu menetas. Rupanya, bayi komodo memiliki kebiasaan memanjat pohon untuk menyelamatkan diri dari komodo lainnya yang jauh lebih besar.

Ternyata, komodo merupakan hewan kanibal yang tidak segan untuk memakan spesies mereka sendiri. Bayi komodo yang memanjat pohon biasanya mengandalkan tokek dan serangga sebagai makanan sehari-hari mereka.

“Habis menetas, bayi komodo langsung lari ke atas pohon. Mereka cari pohon yang ada lubangnya. Ini dilakukan tak hanya untuk melindungi diri dari komodo dewasa, tetapi predator lain seperti burung elang, gagak, bahkan monyet,” jelas Xaverius. “Nah, untuk bertahan hidup di atas pohon, bayi komodo biasanya makan tokek dan serangga.”

4. Rebutan Komodo Betina di Musim Kawin

Musim Kawin

Shutterstock

Jumlah populasi komodo jantan jauh lebih banyak dari betina, dengan perbandingan mencapai 3:1. Akibatnya, selalu ada pertarungan antar komodo jantan saat memasuki musim kawin demi memperebutkan komodo betina. Jika gagal bertarung, maka komodo jantan harus menunggu musim kawin selanjutnya untuk mendapatkan pasangan.

”Jelang musim kawin itu, banyak komodo jantan yang bertarung,” beber Xaverius. “Mereka harus fight dulu baru bisa dapetin komodo betina. Kalau kalah, yah harus ikhlas jomblo lagi sampai tahun depan.”

5. Lubang Tipuan Ala Komodo

Saat hendak bertelur, komodo betina memiliki kebiasaan untuk menggali banyak lubang tipuan. Cara ini dilakukan komodo betina demi mengamankan telur-telurnya dari komodo lain. Tak tanggung-tanggung, lubang tipuan yang digali bisa mencapai 1 meter vertikal dan 1 meter horizontal, dengan jumlah puluhan lubang.

”Bulan-bulan September itu merupakan jadwal komodo betina bertelur. Sekali bertelur bisa 15-30 butir tergantung cuacanya,” terang Xaverius. “Sedangkan musim kawinnya berlangsung sepanjang bulan Juli sampai awal Agustus. Jadi bisa dibilang komodo itu hamilnya cuman 1 bulan.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts