Corona Makin Ganas, Negara-Negara Ini Kembali Terapkan Lockdown Usai Situasi Gawat
Dunia
Pandemi Virus Corona

Penyebaran virus corona kembali mengganas di sejumlah negara, khususnya Eropa. Akibat lonjakan kasus yang semakin tak terkendali, negara-negara ini terpaksa menerapkan lockdown lagi. Mana saja?

WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan kasus virus corona di Eropa mulai mengalami lonjakan. Hingga Senin (2/11), jumlah penyebaran COVID-19 di Benua Biru telah mencapai 10 juta kasus.

Kenaikan kasus secara signifikan di sejumlah negara Eropa telah membuat berbagai kebijakan dilakukan. Salah satunya adalah kembali menerapkan lockdown demi menekan penularan virus corona. Saat ini, lonjakan kasus terjadi di Eropa ketika benua ini tengah memasuki musim dingin.

Kebijakan lockdown pertama diumumkan oleh Jerman dan Prancis pada 28 Oktober lalu. Keputusan untuk melakukan karantina wilayah kemudian diikuti oleh Austria, Inggris, hingga Portugal. Berikut merupakan negara-negara yang kembali menerapkan lockdown:

1. Prancis

Dilansir dari Reuters, Prancis telah mencatatkan 1.235.132 kasus COVID-19 saat memutuskan untuk melakukan lockdown pada 28 Oktober lalu. Presiden Prancis Emmanuel Macron akhirnya memutuskan lockdown setelah penyebaran virus corona terlihat mulai tak terkendali.

Selama lockdown, warga Prancis diminta untuk tinggal di rumah. Meski demikian, ada sejumlah kelonggaran yang dilakukan. Mereka diizinkan keluar untuk membeli barang-barang penting, mencari obat, atau berolahraga hingga satu jam per hari.

Sejumlah warga juga masih diizinkan untuk pergi bekerja jika perusahaan mereka menganggap tidak mungkin pekerjaan itu dilakukan dari rumah. Tak hanya itu, sekolah di Prancis juga akan tetap dibuka selama lockdown.

2. Jerman

Jerman memberlakukan lockdown mulai 2 November sampai 30 November. Kanselir Jerman Angela Merkel dan kepala pemerintah daerah di Jerman memutuskan menerapkan kebijakan tersebut setelah negara itu mencatatkan lonjakan kasus hingga 479.463 kasus.

"Kami perlu mengambil tindakan sekarang," jelas Merkel seperti dilansir dari Reuters. "Sistem kesehatan kita masih dapat mengatasi tantangan ini hari ini, tetapi dengan kecepatan infeksi ini, ia akan mencapai batas kapasitasnya dalam beberapa minggu."


3. Austria

Austria telah memecahkan rekor baru pada Jumat (30/10) karena mencatatkan 5.627 kasus infeksi corona dalam 24 jam. Akibatnya, pemerintah langsung mengumumkan lockdown ketat hingga akhir November 2020 mendatang demi menekan penularan COVID-19.

"Restoran, kafe, dan hotel akan tutup kecuali makanan untuk dibawa pulang dan untuk pelancong bisnis," jelas kanselir Austria Sebastian Kurz, seperti dilansir dari BBC. "Gym, bioskop, dan teater juga akan ditutup. Aturan akan mulai berlaku pada hari Selasa (3/11) dan tetap berlaku hingga akhir November."

4. Inggris

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memutuskan untuk melakukan lockdown di Inggris mulai Sabtu (31/10) lalu. Keputusan tersebut diambil setelah Inggris duduk di peringkat 9 dunia sebagai penyumbang kasus virus corona tertinggi di dunia. Bahkan, Inggris juga mencatat tambahan 20 ribu kasus per hari.

"Pub, restoran, gym, dan toko non-esensial harus tutup selama empat minggu mulai Kamis," kata Boris. “Tidak seperti lockdown di musim semi, sekolah, perguruan tinggi, dan universitas tetap buka. Setelah 2 Desember, pembatasan akan dilonggarkan dan daerah akan kembali ke sistem berjenjang."

5. Portugal

Negara Eropa selanjutnya yang menerapkan lockdown adalah Portugal. Kebijakan lockdown ini berlaku mulai Sabtu (31/10) di 121 wilayah terkecil dari total 308 di negara tersebut, termasuk Lisbon dan Porto. Portugal telah mengalami lonjakan kasus virus corona sebanyak 4.007 kasus pada Sabtu (31/10) lalu.

Orang-orang di area tersebut diminta untuk tetap berada di rumah dan bekerja dari jarak jauh. Selain tu, toko-toko diwajibkan untuk tutup pada pukul 22.00. "Jika kita tidak melakukan apa-apa, infeksi akan terus meningkat dan akan membawa kita ke situasi kegagalan sistem kesehatan,” kata Perdana Menteri Portugal.

6. Belgia

Belgia menjadi salah satu negara Eropa yang menerapkan lockdown lebih awal. Kebijakan tersebut diterapkan sejak Senin (26/10) dengan penerapan menutup toko-toko non-esensial dan bisnis seperti penata rambut hingga pertengahan Desember 2020. Hingga saat ini, tercatat ada 2.000 pasien COVID-19 di Belgia yang kritis dan semua UGD sudah tidak bisa menampung pasien tambahan.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts