Alih-alih memboikot produk Prancis, masyarakat di sana justru memboikot produk negara mereka sendiri. Boikot salah satunya dilakukan pada produk biskuit bermerek Lu
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 04 November 2020 - 13:03 WIB
WowKeren - Presiden Prancis Emmanuel Macron sukses menuai kecaman dunia dari pernyataannya soal Islam. Negara-negara yang merasa terlukai dengan pernyataan Macron memutuskan untuk melakukan boikot terhadap produk negara tersebut. Salah satunya Turki. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan pemboikotan barang-barang Prancis.
Langkah serupa juga dilakukan oleh negara Islam lainnya, Pakistan. Perdana Menteri Pakistan Imran Khan mengkritik Macron dengan mengatakan bahwa dia telah memicu Islamofobia. Alih-alih menyerang teroris, Macron justru memukul rata dengan menyerang Islam.
"Sayangnya, Presiden Macron telah memilih untuk dengan sengaja memprovokasi umat Islam," kata Imran dilansir Eurasian Times, Rabu (4/11). "Termasuk warganya sendiri dengan mendorong tampilan kartun penistaan yang menargetkan Islam & Nabi kita SAW."
Namun rupanya, hal unik justru terjadi di Pakistan. Alih-alih memboikot produk Prancis, masyarakat di sana justru memboikot produk negara mereka sendiri. Boikot salah satunya dilakukan pada produk biskuit bermerek Lu.
Menurut laporan BBC, merek Lu didaftarkan dengan merek dagang Prancis. Namun pada 2007, sebuah perusahaan Amerika, Kraft Foods, membelinya dari Prancis. Lalu pada 2012, Kraft Foods memutuskan untuk membagi perusahaannya menjadi dua dan membentuk perusahaan baru bernama Mondelez International. Kemudian, Continental Biscuits Limited (CBL), sebuah perusahaan Pakistan, adalah usaha patungan dengan Mondelez International dengan kepemilikan saham masing-masing 50,5 persen dan 49,5 persen.
Pihak perusahaan pun telah mengklarifikasi hal ini. "Kami menegaskan bahwa biskuit CBL dan Lu diproduksi di Pakistan. Kami tidak berkaitan dengan serta tidak dimiliki oleh perusahaan Prancis maupun Prancis," kata pihak perusahaan melalui situs mereka.
Sementara itu di Indonesia, pemerintah menegaskan tidak akan melakukan boikot terhadap produk Prancis. Sebab hal itu dinilai akan memperburuk kondisi. Alih-alih memboikot, Indonesia akan tetap berupaya menggaet investor dan menjaga hubungan baik diplomasi antar kedua negara.
(wk/zodi)