Menko Luhut Yakin RI Sudah Bangkit dari Resesi, Tolak Prediksi Minus Lagi di Kuartal IV?
Nasional
Potensi Resesi Imbas COVID-19

Menko Marives Luhut Binsar Pandjaitan meyakini ekonomi Indonesia sudah mulai bangkit usai babak belur dihajar wabah virus Corona, padahal Kuartal IV 2020 nanti pun masih diprediksi minus.

WowKeren - Indonesia sudah bergabung dengan beberapa negara lain masuk jurang resesi akibat pandemi COVID-19. Namun krisis itu seolah tak berhenti karena pengamat memprediksi perekonomian di Kuartal IV 2020 nanti pun masih minus, walau tak separah kuartal-kuartal sebelumnya.

Namun tampaknya Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Marives) Luhut Binsar Pandjaitan memiliki pandangan berbeda. Luhut meyakini perekonomian Indonesia saat ini sudah menunjukkan perbaikan.

Ia merefleksikan pernyataannya ini dari pertumbuhan ekonomi di Kuartal III 2020. Sebab meski masih terkontraksi sampai minus 3,49 persen, realisasi itu masih jauh lebih baik ketimbang kondisi di Kuartal II 2020 yang sampai anjlok ke level minus 5,32 persen.

"Kita sekarang sudah mulai (membaik), dari kontraksi 5,32 persen (Kuartal II-2020), sekarang di 3,49 persen (Kuartal III 2020)," jelas Luhut, Selasa (10/11). "Dan saya kira itu dari data-data yang ada kita sudah mulai bangkit dari resesi ini."


Mantan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) itu pun memproyeksikan perekonomian Indonesia akan pulih lebih cepat dari perkiraan. Proyeksi ini didukung dengan membaiknya pola penanganan wabah COVID-19 selama beberapa waktu terakhir.

"Kita sadari data yang ditunjukkan tadi pagi, semua menunjukan angka-angka yang baik," terang Luhut, dilansir dari Kontan, Rabu (11/11). "Penanganan COVID-19 saya kira masih berjalan cukup bagus dan saya berharap ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi kita di mulai sekarang ini."

Padahal sebelumnya pemerintah maupun pengamat perekonomian menilai Indonesia masih akan menghadapi nilai negatif dari segi pertumbuhan ekonomi di Kuartal IV 2020. "Kalau di Kuartal IV bertahan, maka bisa saja kita masuk positif, meski konservatifnya kita masih mengatakan akan ada di minus 1,6 persen sampai positif 0,6 persen," ungkap Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Senin (9/11).

Prediksi yang lebih "ambles" disampaikan oleh Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad. "Kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan IV sebesar minus 2 persen, year on year," kata Tauhid, Minggu (8/11).

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts