Heboh Penemu Meteor Rp 26 M di Sumut 'Dibohongi', Perantara Pembeli Buka Suara
Pixabay/Willgard Krause
SerbaSerbi

Jared Collins, yang disebut sebagai pembeli batu meteorit yang jatuh di rumah Josua Hutagalung di Sumatera Utara, angkat bicara soal heboh benda langit itu dibeli senilai Rp 26 miliar.

WowKeren - Media sosial dibuat geger dengan berita dari laman The Sun asal Inggris yang menyebut seorang warga Sumatera Utara bernama Josua Hutagalung menjual sebuah batu meteorit senilai 1,4 juta poundsterling alias Rp 26 miliar. Fakta penjualan ini kian panas usai Josua mengaku hanya melepas batu meteorit yang menimpa rumahnya itu dengan nilai Rp 200 juta.

"Uangnya sudah habis, cuma Rp 200 juta," ujar Josua, dilansir BBC Indonesia, Kamis (19/11). Josua mengaku menjual batu itu kepada seorang WN Amerika Serikat bernama Jared Collins yang mengklaim batunya akan dikoleksi serta untuk keperluan penelitian.

Josua pun mengaku sangat kecewa begitu mengetahui harga asli dari batu meteorit itu mencapai miliaran rupiah. "Kalau betul (harganya) Rp 26 miliar, saya merasa dibohongi. Saya kecewa," katanya.

Namun klaim Josua ini belakangan dibantah oleh Collins. Lewat keterangan yang dilansir dari Detik Inet, Collins membenarkan bahwa ia dimintai tolong rekan sesama penggemar meteorit untuk menghubungkan dengan Josua pada 7 Agustus 2020. Batu angkasa itu sendiri jatuh di rumah Josua pada 1 Agustus 2020.


Collins pun setuju membantu koleganya. Ia ditugaskan untuk melindungi meteorit tersebut dari kemungkinan kerusakan dan kontaminasi yang bisa terjadi jika penanganannya tidak tepat, serta mengirimkannya dengan aman.

Namun Collins membantah jika batu meteorit itu terjual dengan harga Rp 200 juta atau Rp 26 miliar. Ia mengatakan transaksi jual beli meteorit itu dilakukan langsung antara Josua dengan temannya di AS tanpa melibatkan Collins.

"Josua menetapkan harga yang kemudian disetujui oleh orang Amerika yang tinggal di luar negeri. Baik Josua maupun orang Amerika yang tinggal di luar negeri sepakat bahwa prosesnya adil dan diterima dengan baik oleh kedua belah pihak," kata perwakilan Collins dalam pernyataan resmi itu.

"Tujuan akhir dari keterlibatan Jared Collins sebagai penggemar meteorit adalah kesempatan sekali seumur hidup untuk secara pribadi menyaksikan," imbuhnya. "Dan secara fisik memeriksa meteorit yang penting secara ilmiah ini."

Collins juga memberi klarifikasi terkait nominal harga jual meteorit yang terlampau fantastis itu. "Tetapi jumlah yang dibayarkan/diterima bukanlah Rp 200 juta atau harga yang terlalu dibesar-besarkan sejumlah Rp 25 milyar yang dilaporkan di seluruh dunia. Saat ini tidak ada meteorit dengan nilai seperti itu, dan tentunya tidak ada kolektor yang akan membayar harga tersebut," pungkas Collins.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts