Joe Biden Umumkan Susunan Kabinet Perdana, Nasib Menteri 'Kesayangan' Trump Dipertanyakan
Dunia

Kepala staf Gedung Putih pilihan Biden, Ron Klain, mengatakan bahwa pemilihan Kabinet Biden yang pertama akan dilakukan pada Selasa (24/11). Biden disebut merombak sejumlah posisi.

WowKeren - Presiden AS terpilih dalam pilpres, Joe Biden, dilaporkan akan mengumumkan pemilihan kabinet perdananya pada Selasa (24/11) waktu setempat. Pemilihan kabinet tersebut pun mencuri perhatian, mengingat susunan kabinet sebelumnya terdapat beberapa menteri "pilihan" Donald Trump.

Biden sendiri disebut bakal merombak sejumlah posisi. Termasuk di dalamnya ada Menteri Luar Negeri, yang sebelumnya dijabat oleh Mike Pompeo, yang dikenal sebagai "tangan kanan" Donald Trump.

Pekan lalu Biden mengatakan bahwa ia telah menetapkan Menteri Keuangan yang baru. Mantan Ketua Fed Janet Yellen diyakini menjadi kandidat teratas di lingkaran kebijakan Demokrat dan moneter.

Kepala staf Gedung Putih pilihan Biden, Ron Klain, mengatakan bahwa pemilihan Kabinet Biden yang pertama akan dilakukan pada Selasa. Dalam pengumumannya, Klain juga kembali mendesak agar pemerintahan Donald Trump, khususnya badan federal, Administrasi Layanan Umum (GSA) secara resmi mengakui kemenangan Biden membuka sumber daya untuk proses transisi.

"Saya berharap administrator GSA akan melakukan tugasnya," ujar Klain, mengacu pada kepala GSA Emily Murphy. Biden akan mulai menjabat pada 20 Januari 2021, meski Trump masih menolak kemenangannya. "Sejumlah rekor orang Amerika menolak kepresidenan Trump, dan sejak itu Donald Trump menolak demokrasi," imbuh Klain.


Klain juga mengatakan kalau pelantikan Biden nantinya akan diadakan dengan versi yang diperkecil dari tradisi yang ada. Sebab, upacara pelantikan dan acara terkait biasanya menarik banyak orang ke Washington.

Namun, karena kasus Covid-19 dan kematian melonjak di banyak bagian negara, maka acara diperkecil. "Kami tahu orang ingin merayakannya. Ada sesuatu di sini untuk dirayakan," kata Klain. "Kami hanya ingin mencoba menemukan cara untuk melakukannya seaman mungkin," paparnya.

Sumber dari pihak Biden mengatakan bahwa ajudan lama dan diplomat veteran Antony Blinken adalah kandidat yang paling mungkin untuk memimpin Departemen Luar Negeri AS. Bloomberg News sebelumnya juga melaporkan hal serupa bahwa Blinken akan menjadi pilihan.

Terlepas dari hal tersebut, pasangan capres-cawapres Biden-Harris berhasil meraih posisi presiden-wakil presiden setelah melewati perolehan 270 suara elektoral. Sedangkan rivalnya, Trump-Pence, meraih 214 suara elektoral. Dalam pernyataan resminya, Biden mengungkapkan rasa bangga akan kepercayaan rakyat AS padanya dan Kamala Harris untuk mengampu masa jabatan berikutnya.

Para pemimpin dunia, termasuk sekutu AS telah memberi selamat kepada Joe Biden yang unggul dalam Pilpres AS. Mereka antara lain Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Perdana Menteri Irlandia Micheál Martin, Kanselir Jerman Angela Merkel, hingga Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Namun, Trump dan kubunya masih menolak klaim kemenangan Biden tersebut, dan masih berusaha untuk mengajukan tuntutan hukum atas dugaan kecurangan. Sayangnya, klaim kecurangan yang digaungkan Trump sama sekali tak disertai dengan bukti apapun.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts