Ada Siswa Positif Corona, Sekolah Tatap Muka di Surabaya Terancam Mundur dari Jadwal
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Jika merujuk pada SKB Kemendikbud, sekolah tatap muka dimulai pada Januari. Namun jika kondisinya seperti ini, dimana banyak siswa terpapar maka perlu pertimbangan lebih lanjut.

WowKeren - Rencana pembukaan sekolah tatap muka di Surabaya tampaknya harus mundur dari jadwal. Pasalnya, saat dilakukan test SWAB kepada murid sebagai langkah persiapan membuka KBM tatap muka, ditemukan sejumlah siswa yang positif COVID-19.

Kadispendik Surabaya Supomo mengatakan kejadian ini perlu mendapat evaluasi. Sedianya, sekolah tatap muka di Surabaya akan dimulai pada Desember ini.

"Masih dievaluasi karena setelah dilakukan swab ke anak-anak ada yang positif (COVID-19)," kata Supomo di Balai Pemuda, Senin (30/11). "Kita kaji (sekolah tatap muka pada Desember) karena muncul data (positif) untuk anak-anak."

Kendati demikian, ia tidak menyebut jumlah pasti berapa siswa yang terkonfirmasi positif. Seperti diberitakan sebelumnya, ribuan siswa SMP kelas 9 memang tengah menjalani tes swab. Hal ini sebagai langkah persiapan untuk sekolah tatap muka.


Meski persiapan ini dijadwalkan selesai dalam dua hari namun rupanya hingga kini masih belum rampung. Ia berjanji untuk membeberkan hasil tes swab tersebut jika semuanya sudah selesai.

"Sekarang masih jalan (swab siswa), kami belum bisa sampaikan (siswa yang positif) yang sudah keluar itu baru beberapa sekolah," ujarnya menambahkan. "Karena yang diswab kan banyak, sehingga kita akan menunggu keluar. Nanti kalau sudah akan kami sampaikan hasilnya."

Jika merujuk pada SKB Kemendikbud, sekolah tatap muka akan dimulai pada Januari mendatang. Namun jika kondisinya seperti ini, dimana banyak siswa terpapar maka perlu adanya pertimbangan lebih lanjut. "Kita melihat kalkulasinya bagaimana sehingga apakah di Desember sebagaimana yang sudah direncanakan atau kembali ke Januari," tambah Supomo.

Pembukaan sekolah tatap muka tidak bisa dilakukan secara gegabah. Perlu adanya Langkah evaluasi untuk memastikan jika pembukaan kegiatan belajar mengajar tidak justru merugikan. "Bu Wali akan melakukan evaluasi terhadap itu agar tidak menjadi sesuatu yang berakibat tidak baik ke yang lain. "Oleh karena itu kami tetap melakukan pendataan baik orang tua, anak-anak, dan persiapan-persiapan sekolah tatap muka," pungkasnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts