WHO Khawatir 'Amnesia' COVID-19 Bisa Sebabkan Pandemi Baru, Apa Maksudnya?
Getty Images/John Moore
Dunia
Pandemi Virus Corona

Setiap pandemi yang terjadi seharusnya bisa dijadikan sebagai pelajaran bagi manusia. Sebab jika tidak maka hal ini sangat berpotensi membuat pandemi datang lagi

WowKeren - Pakar Darurat Utama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Mike Ryan mengatakan jika dunia berisiko mengalami pandemi di masa depan. Hal ini bisa saja terjadi jika umat manusia menderita "amnesia" dan tidak belajar dari pandemi virus corona.

"Saya telah melihat amnesia yang tampaknya melanda dunia setelah peristiwa traumatis," kata dia saat memberikan pengarahan di Jenewa pada Senin (30/11). "Dan itu bisa dimengerti."

Setiap pandemi yang terjadi seharusnya bisa dijadikan sebagai pelajaran bagi manusia agar berguna di masa depan. Sebab jika tidak maka hal ini sangat berpotensi membuat pandemi datang lagi di masa depan. Tidak menutup kemungkinan yang terjadi di masa depan akan lebih buruk.

"Tapi jika kita melakukan ini lagi seperti yang kita lakukan setelah SARS, seperti yang kita lakukan setelah H5N1, seperti yang kita lakukan setelah pandemi H1N1, jika kita terus mengabaikan kenyataan tentang apa yang muncul dan patogen berbahaya dapat lakukan terhadap peradaban kita," tegasnya. "Maka kita cenderung mengalami hal yang sama atau lebih buruk lagi dalam hidup kita."


Ia juga mengecam negara-negara maju yang menurutnya menjalankan sistem perawatan kesehatan seperti maskapai berbiaya rendah. Dan kini dunia harus membayar untuk itu.

Sementara itu, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengingatkan agar negara-negara tidak saling berebut atau mempolitisasi asal-usul virus corona yang hingga kini masih misterius. Sebab hal-hal semacam ini justru akan menghambat upaya pengungkapan kebenaran terkait virus corona.

Padahal pengungkapan asal usul virus ini amat penting untuk mencegah terjadinya wabah di masa mendatang. "Kita perlu mengetahui asal muasal virus ini karena dapat membantu kita mencegah wabah di masa mendatang," kata Tedros.

Seperti diketahui, pemerintahan Presiden Donald Trump menuding WHO "main mata" dengan Tiongkok terkait merebaknya wabah ini. AS mengkritik ketentuan penyelidikan internasional yang dipimpin WHO tentang asal-usul pandemi. Sedangkan Tiongkok mengklaim jika wabah bukan berasal dari negara mereka dengan terus menekankan penemuan jejak corona di makanan beku impor.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts