Bukan Dua Minggu, AS Kurangi Anjuran Masa Karantina COVID-19 jadi 10 Hari
Dunia
Pandemi Virus Corona

Ilmuwan dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC), Henry Walke, mengatakan bahwa pihaknya akan mengunggah rekomendasi ini di situs resmi soal anjuran karantina.

WowKeren - Amerika Serikat mengurangi anjuran masa karantina Covid-19 dari dua pekan menjadi sepuluh hari. Namun, aturan ini berlaku jika merasa terpapar virus corona dan belum dites, tapi tak mengalami gejala.

Ilmuwan dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC), Henry Walke, mengatakan bahwa pihaknya akan mengunggah rekomendasi ini di situs resmi kantornya pada Rabu (3/12) waltu setempat. Selain itu,CDC juga akan mengirimkan keputusan rekomendasi ini ke pihak berwenang di tingkat lokal dan nasional.

Dalam keterangannya, Walke mengatakan bahwa rekomendasi itu juga mencakup saran lain, yaitu jika orang yang terpapar sudah menjalani tes dan ternyata hasilnya negatif, masa karantina bisa dikurangi hingga hanya tujuh hari.

"Mengurangi masa karantina dapat membuat orang lebih mudah menjalaninya, mengurangi kesulitan ekonomi, terutama jika mereka tidak bisa bekerja selama karantina," ujar Walke, sebagaimana dilansir dari CNN pada Kamis (3/12).

"Kami yakin bahwa jika kami dapat mengurangi beban sedikit, mengakui bahwa rekomendasi ini mungkin lebih berisiko, kita akan mendapat kepuasan lebih besar," imbuh Walke melanjutkan.


Meski demikian, Walke menekankan bahwa orang yang mengurangi masa karantina menjadi 10 hari tetap punya risiko 1-12 persen menularkan Covid-19 pada orang lain.

Selain itu, orang yang memutuskan untuk mengurangi masa karantina menjadi tujuh hari karena negatif Covid-19 juga masih membawa risiko penularan hingga 5-10 persen.

Terlepas dari hal tersebut, hingga kini AS sendiri saat ini masih menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi dengan 13,8 juta orang. Jumlah kasus di AS juga masih bertambah rata-rata 150 ribu setiap hari.

Sedangkan secara global, virus corona telah menginfeksi lebih dari 64,8 juta penduduk di seluruh dunia, dengan jumlah kematian menyentuh angka 1,49 juta jiwa.

Sejauh ini, ada lebih dari 44,9 juta pasien yang dikonfirmasi sembuh, sehingga kasus aktif Covid-19 yang masih terus ditangani berjumlah 18,4 juta pasien.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts