Soroti Kasus Tewasnya Pengawal Rizieq, Jokowi Minta Libatkan Komnas HAM
Instagram/kemensetneg.ri
Nasional
Bentrok Polisi-FPI

Menurut Presiden Joko Widodo, Komnas HAM perlu dilibatkan dalam kasus tewasnya 6 pengawal HRS untuk memastikan penegakan hukum dilakukan secara independen.

WowKeren - Presiden Joko Widodo alias Jokowi ikut menanggapi kasus tewasnya 6 pengawal Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab di Tol Cikampek belum lama ini. Jokowi menilai jika memang ada perbedaan pendapat atau sudut pandang dalam penegakan hukum maka proses peradilan harus dihargai.

"Dan jika ada perbedaan pendapat, biasanya ada, jika ada perbedaan pendapat tentang proses penegakan hukum saya minta agar menggunakan mekanisme," kata Jokowi di Istana Bogor, Minggu (13/12). "Ikuti prosedur hukum, ikuti proses peradilan, hargai keputusan pengadilan."

Lebih jauh, Kepala Negara juga menyinggung pelibatan Komnas HAM. Menurut Jokowi, Komnas HAM perlu dilibatkan untuk memastikan penegakan hukum dilakukan secara independen. "Jika perlu, jika memerlukan keterlibatan lembaga independen kita memiliki Komnas HAM. Di mana masyarakat bisa sampaikan pengaduannya," tutur dia.

Jokowi menegaskan jika kepastian hukum di Indonesia harus benar-benar ditegakkan. Sebab hal itu bisa menjadi bekal Indonesia untuk menjadi negara yang lebih maju.


"Sekali lagi saya tegaskan kita harus menjaga tegaknya keadilan dan kepastian hukum di negara kita," tegas mantan Wali Kota Surakarta tersebut. "Menjaga pondasi bagi kemajuan Indonesia."

Diberitakan sebelumnya, baku tambak polisi di Tol Cikampek pada Senin (7/12) dini hari telah menewaskan 6 orang pengawal HRS. masing-masing polisi dan FPI memiliki kronologi yang berbeda terkait peristiwa itu.

Sementara itu, Komnas HAM sendiri telah melakukan penelusuran untuk mengungkap kebenaran kasus itu. Mereka mengklaim sudah menemui titik terang. Komnas HAM juga mengaku telah mendengarkan kesaksian dari sejumlah pihak terkait kasus tersebut.

"Saat ini tim lagi melakukan pendalaman hasil dari olah TKP kemarin," kata Komisioner Komnas HAM, Khoirul Anam, Minggu (13/12). "Puzzle terangnya peristiwa tersebut semakin detail kami dapatkan."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts