Sutradara Patty Jenkins Hampir Lepas Proyek 'Wonder Woman 1984' Karena Gaji Kurang
Getty Images
Film

Perempuan 49 tahun ini menyatakan bahwa ia hampir meninggalkan proyek tersebut karena perbedaan nominal pembayaran gaji saat bernegosiasi dengan pihak produksi.

WowKeren - Sutradara "Wonder Woman 1984", Patty Jenkins, mengungkapkan bahwa dia hampir keluar dari waralaba Wonder Woman karena perbedaan gaji dengan sutradara pria saat menjadi bintang tamu dalam Podcast Happy Sad Confused.

Perempuan 49 tahun ini menyatakan bahwa ia hampir meninggalkan proyek sekuel "Wonder Woman" tersebut karena perbedaan nominal pembayaran gaji saat bernegosiasi dengan pihak produksi.

"Ini sangat menarik sebagai seseorang yang tidak pernah menghasilkan keuntungan dalam kariernya sampai 'Wonder Woman' keluar, di mana saya selalu berdamai dengan kondisi ini. Saya seperti, 'Hei, saya mengerti," kata Jenkins, sebagaimana dilansir dari NME.

"Tapi sekarang saya berbalik berkata 'Dengar, saya tidak pernah menghasilkan uang dalam karier saya karena Anda selalu memiliki pengaruh dan saya tidak.' Tapi sekarang kondisinya berbalik, jadi inilah saatnya untuk membalikkan keadaan," tambahnya.

Sementara itu terkait perbedaan besar gaji antara sutradara wanita dan pria, Patty Jenkins tidak banyak berkomentar. Namun ia tidak mengelak dari fakta bahwa terdapat perbedaan nominal gaji antara sutradara laki-laki dan perempuan dalam sistem yang berlaku di industri ini.


"Saya tidak ingin berbicara tentang sistem penawaran yang membuat saya terkotak-kotak dan itu tidak benar," kata Jenkins. "Sangat mudah bagi sutradara pria bukan hanya yang dikategorikan sebagai sutradara film independen dan film superhero untuk dibayar tinggi. Mereka dibayar tujuh kali lebih banyak dari saya saat menggarap film superhero pertamanya. Kemudian berlanjut ke film kedua, mereka masih dibayar lebih tinggi dari saya," tambahnya.

Jenkins juga menambahkan bahwa memperjuangkan kesetaraan hak antara pria dan wanita bukanlah hal yang mudah. Terlebih untuk film "Wonder Woman" yang menurutnya sebagai momen yang tepat untuk menunjukkan keseriusannya dalam memperjuangkan hak perempuan.

"Saya berpikir bahwa jika saya tidak memenangkan pertarungan ini, maka saya telah mengecewakan banyak orang, jika bukan saya lalu siapa? jadi saya benar-benar bersemangat untuk memperjuangkan hak perempuan lewat film ini," tegasnya.

Sementara itu, "Wonder Woman 1984" sendiri mengambil setting waktu saat Perang Dingin terjadi, dimana sang Wonder Woman (Gal Gadot) bakal bertarung menghadapi tentara Uni Soviet. Film ini juga akan menampilkan villain baru bernama Cheetah yang diperankan oleh Kristen Wiig.

Sekuel ini juga akan kembali menghadirkan Chris Pine yang sebelumnya berperan sebagai Steve Trevor. Namun belum diketahui pasti bagaimana cara Steve dihidupkan kembali, mengingat bahwa karakter tersebut dikisahkan tewas di film pertamanya. Selain itu, Pedro Pascal dan Natasha Rothwell juga dipastikan bergabung dalam proyek ini.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts